++ Belajar Mesin Bubut

Cari di Blog Ini

Sunday, December 2, 2018

Mengatasi Masalah Transmisi Gearbox Transportir Mesin Bubut Kecil

0 comments
Beberapa waktu yang lalu, saya mengalami masalah dengan mesin bubut saya. Proses membuat drat di mesin saya terganggu. Drat yang dihasilkan kacau,tidak sesuai dengan tabel,padahal susunan roda gigi dan lever-levernya sudah sesuai dengan tabel. Usut punya usut ternyata ada perpindahan gigi yang tidak wajar pada salah satu lever atau tuas gearbox bawah,sebelum transportir.
Jadi meskipun posisi tombol sudah sesuai tabel tapi kedudukan gigi sebenarnya tidak sesuai.

Akhirnya saya putuskan untuk membongkar gear box di transmisi poros transportir. Dan yang saya temukan adalah ada satu pemindah gigi yang rusak,aus kemakan oleh roda gigi.
Tapi maaf ya,..saya tidak tahu banyak istilah2 part mesin bubut,kareena sampai saat  saya masih belajar mesin bubut. Maka saya coba ambil beberapa fotomuntuk menjelaskan.



Pertama tama saya tap oli di gearbox seperti gambar diatas. Dari empat tuas pengatur gigi di foto itu,yang bermasalah adalah yang kanan atas,yang memiliki empat tingkat perpindahan kecepatan poros transportir ulir.


Kedua,saya melepas sumbu tempat pemindah gigi yang bermasalah itu berada. Saya kendorkan penguncinya dan geser asnya ke kanan hingga melepas pemindah gigi tersebut.


Ketiga,itulah penampakan kerusakan yang ada. Pantas saja posisi gearnya eror, wong yang memindahkan udah ompong gitu. Akhirnya saya buatkan dulu yang baru sekalian membersihkan ruang gearbox tersebut



Selanjutnya pemegang gigi yang baru ini saya pasang kembali dan gearbox juga saya bersihkan,ganti packing oli dan tentu juga penggantian pelumas.

Akhirnya proses perpidahan posisi gear transportir bisa dilakukan seperti sedia kala sehingga hasil pembubutan ulir di mesin bubut saya juga kembali normal/
Semoga bisa menjadi referensi bagi teman teman BMB yang mempunyai mesin bubut kecil seperti saya dan menemui kendala yang sama.

Salam...

Continue reading ...

Monday, April 16, 2018

Cara Menggambar dan Membaca Gambar Ulir

0 comments
Blog ini sesuai namanya memang untuk belajar mesin bubut dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Bagi teman BMB yang mengenyam ilmu ini dari sekolah,berbahagialah,karena mendapat cukup banyak pengetahuan termasuk didalamnya gambar tekhnik. Sedangkan sebagian yang datang ke blog ini adalah mereka yang bisa bubut atau masih belajar membubut secara otodidak atau secara langsung learning by doing di bengkel. Jadi wajar jika tidak mengerti banyak gambar tekhnik suatu pekerjaan apalagi khususnya membaca gambar tekhnik drat luar dan dalam. Jadi dari sana ada pertanyaan bagaimana membaca dn menggambar drat secara tekhnik. Mari sama sama belajar ...

Cara Membaca Gambar dan Petunjuk Ulir 
Gambar ulir luar (baut) dan mur yang dibelah

Dalam gambar ditas ditunjukkan sepasang gambar riil dari drat luar dn drat dalam atau mur yang dibelh sehingga kelihatan bentuk drat dalamnya secara nyata.
Dalam sebuah gambar tekhnik,ulir tau drat cukup ditunjujkkan dengan sebuah garis dengan penunjuk berupa kode atau angka angka dan huruf yang bisa mewakili semua ukuran drat dalam atau drat luar tersebut.

Gambar tekhnik drat dalam dan luar


Dalam gambar diatas disajikan sebuah benda yang memiliki lubang dan ada drat dalamnya dan sebuah drt luar di kanannya.
Mari perhatikan penunjuk ukuran drat dalamnya. 

1/2 - 13 UNC - 2B - RH

1/2  :  diameter terluar /besarnya ulir = 1/2" = 12,7mm
13 UNC : 13 TPI atau banyaknya ulir per inchi = 13 drat,dan UNC = Unified National Coarse, tipe drat kasar withworth 
2B : angka 2 = kelas drat; B= drat dalam
RH : right handed,drat kanan

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini :


Cara membaca penunjuk ukuran drat dalam

Cara Menggambar dan Memberi Petunjuk Ulir

Note/Penunjukan Ulir Luar

Gambar normal suatu drat luar memiliki penunjukan yang umum yaitu
- panjang drat
-diameter luar
-diameter kaki/dasar ulir
-besaran champer

lebih lengkapnya seperti contoh berikut ini 


Cara memberi penunjuk ukuran drat luar 

Note/Penunjukan Ulir Dalam

Ulir dalam dibedakan menjadi dua yaitu ulir lubang buntu dn ulir lubang tembus.
Benda kerja biasanya digambar tampak depannya bagian yang sejajar lubang,dibuat gambar utuh dan potongan. Kemudian digambar juga tampak smping kiri dan kanan,karena satu sisi akan memiliki champer.

Cara Menggambar dan memberi petunjuk ukuran 

Itulah sekilas tentang cara menggambar ,cara memberi petunjuk dan cara membaca gambar suatu drat atau ulir di gambar kerja.
Semoga bisa bermanfaat. Sampai jumpa....
Continue reading ...

Tuesday, April 3, 2018

Tips Menghasilkan Bubutan yang Halus

0 comments
Menghasilkan bubutan yang halus adalah keinginan semua operator mesin bubut. Meskipun tidak semua job menuntut finishing yang halus,tetap saja akan lebih baik kalo kita memberikan hasil pekerjaan yang  terbaik.
Untuk mendapatkan hasil bubutan yang halus,kita dituntut memiliki pengetahuan yang cukup akan mesin dan alat potong,tentu saja termasuk didalamnya tentang pengetahuan bahan. Disamping itu kesabaran dan ketelitian adalah kuncinya.

Kali ini saya mencoba berbagi tips untuk menghasilkan bubutan yang halus.

1. Tingkatkan RPM
Ini sudah merupakan pengetahuan dasar yang wajib kita ketahui. Semakin besr benda kerja,semakin lambat RPM. Semakin kecil benda kerja semakin cepat putaran yang diijinkan.Nah,untuk membuat semakin halus hasil yang diinginkan semakin tinggi RPM yang harus dipakai,dengan catatan memperhatikan hal2 tadi,yaitu besarnya benda kerja,jenis bahan dan jenis alat potong. 


2. Turunkan kecepatan feeding 

Feeding maksudnya pemakanan atau gerakan penyayatan pahat. Gerakan pemakanan yang lambat ditambah RPM tinggi niscaya hasilnya akan halus. Kita bisa mengikuti tabel cutting speed yang ada di mesin untuk pilihan kecepatan.
3. Radius Ujung Pahat

Kalau RPM sudah t8nggi dn feeding sudah pelan tapi hasil bubutan masih kasar, coba deh perhatikan pahat bubutnya sekarang. Pahat yang ujungnya terlalu runcing akan meninggalkan bekas dn menjadi kasar karena permukaannya menyentuh serentak. Untuk itu, buatlah ujung pahat sedikit radius, bulat atau bolegh. Sentuhan nya akan sedikit demi sedikit sehingga hasilnya halus.  


4. Gunakan pahat yang berbeda untuk Finishing dan kasaran

Roughing atau pembubutan kasar adalah proses yang dilakukan secepat mungkin untuk membubut benda kerja ke ukuran yang mendekati akhir tugas,sementara finishing adalah pe-ngepas-an, membubut ke ukuran sesuai gambar.
Jadi sebaiknya pahat yang digunakan juga beda,mengingat tugas pahat kasaran sangat berat,dia harus memiliki sudut optimal agar bisa masuk cukup dalam ke benda kerja,sementara pahat finishing sudah kita bahas diatas tadi.

5. Pastikan sudut pahat
Baca juga artikel: Cara Mengasah Pahat Bubut
6. Cek kondisi pemegang pahat dan benda kerja

Namanya barang sering dipakai,pasti ada yang berubah kondisinya. Ketika ada bagian pemegang pahat entah itu bautnya atau ada kotoran yang menumpuk didalam,bisa membuat getrn pahat meningkat dan itu mempengaruhi hasil bubutan. Perikslah sesekali.
7. Buanglah Tatal
Untuk pekerjaan yang menghasilkan banyak tatal,apalagi bahan yang tatalnya menggulung, buatlah alat bantu semcam gancu. Tatal yang tergulung akan merusak permukaan benda kerja.


Nah ,itulah beberapa tips agar hasil bubutan kita menjadi halus. Jika teman BMB menemukan atau mempunyai tios yang lain silhkan berbagi di kolom komentar.
Terimakasih 



Continue reading ...

Monday, March 5, 2018

Apa Kelebihan Chuck Bubut Rahang 3 dan 4?

0 comments
Berulang kali saya mendapat pertanyaan ini dari teman teman BMB yang baru mengenal mesin bubut tapi sudah berhasil memilikinya untuk membantu usahanya.
Sebenarnya sudah ada artikel tentang masing-masing chuck ini,baik yang rahang 3 ataupun yang rahang 4,taoi untuk memuaskan anda,ini kesimpulannya.


Kelebihan Chuck Rahang 3 

1. Proses penyetelan benda kerja sangat cepat 
2. Gerakan rahang koncentris, diputar satu, bergerak semua 
3. Gampang melepas dan memasang rahangnya 
4. Bisa mencekam benda berupa as round bar, segi tiga, hexagonal bar, dst

Kekurangan Chuck Rahang 3 

1. Tidak bisa mencekam benda kerja yang tidak beraturan, segi 4,8, dst 
2. Gampang kemasukan tatal atau chip  baca juga Catok Bubutku Yang Malang (Mengenal Spesifikasi Mesin Bubut) 
3 . Cepat aus, karena faktor no 2 
4 .Kalo sudah aus , sentrisitas menurun, dan penyetelan justru akan lebih lama
5. Harus rajin dibersihkan 
Kelebihan Chuck Rahang 4 

1. Bisa mencekam benda berupa as round bar, segi 4,8, dst 
2. Tidak gampang kemasukkan tatal 
3.Sentrisitas yang lebih tinggi, karena tiap rahang bisa disetel sendiri
4. Lebih awet  dari chuck bubut rahang 3
5. Perawatan lebih ringan

Kekurangan  Chuck Rahang 4

1. Proses penyetelan benda kerja cenderung lebih lama 
2 . Biasanya harus ditemani alat bantu seperti  dial indikator, dsb 

Itulah kelebihan dan kekurangan chuck bubut rahang 3 dan 4.  Namun, baik  chuck bubut rahang 3 ataupun chuck bubut rahang 4 dibuat sesuai dengan keperluan nya masing masing.  Kita yang menentukan kapan harus menggunakan chuck bubut rahang 3 dan kapan  menggunakan yang lainnya.
Continue reading ...

Friday, March 2, 2018

Berbagai Bentuk dan Style Hand Tap

0 comments
Hand tap adalah alat pembuat ulir di lobang,baik membuat baru atau memperbaiki drat rusak.
Semua tahu itu kan... Semua juga tahu kalo tap itu sebenarnya ya baut,tapi bahannya keras agar bisa makan logam lainnya lalu diberi alur,umumnya tiga bagian badannya dialur dengan tujuan untuk pembuangan tatal saat proses pengetapan.Disamping pembuangan tatal juga untuk masuknya cairan pelumasan/pendinginan.
Itulah bentuk tap umum sesuai fungsinya.

Namun karena alasan lain,seperti tingkat kekerasan bahan dan kesulitan bentuk benda kerja,posisi ngetap yang susah,maka pabrikan tap membuat berbagai tap dengan gaya yang beragam. Bentuk tangkai berbeda sesuai kondisi berbeda. Saya kumpulin dari berbagai sumber,berikut contohnya....

Penjelasan gambar

1.Tap konvensional /umum.                            Yang biasa kita pakai sehari hari nya. Hand tap ini bagian tangkainya hampir sama panjang dengan pemotongnya. Satu set punya 3buah (taper,plug dan bottom)seperti sebelumnya kita bahas.

2.Tap Ujung Spiral / Spiral Point Tap.                Bentuknya hampir sama dengan tap konvensional, namun beberapa drat bagian ujung dibuat menyudut. Disamping itu alurnya lebih dangkal,berarti bagian yang bersentuhan leb8h banyak. Cocok untuk material lebih keras dan pemakanan lebih cepat,karena ujung spiralnya membuang tatal lebih cepat.

3.Tap Drat Terputus / Interrupted Threads Tap    
Tap yang beberapa bagian benangnya interupsi,jadi tidak rata,tujuannya membuat ruang pembuangan tatal lebih dan memudahkan pelumasan. Penggunaan pada baja karbon rendah dan logam paduan.

4. Tap Pembentuk Natool / Threads Forming Tap
Ini Special tap buatan natool 
Tap ini hanya untuk memperbaiki drat rusak.Dia nggak punya alur kaya umumnya,kalau pun ada hanya alur untuk pengisian pelumas,bukan seperti alur pembuangan tatal.

5.Tap Spiral /  Spiral Fluted Tap
Tap yang alurnya seperti twist drill, mirip mata bor yang ber ulir. Karena berbentuk spiral maka kelebihannya adalah  pemakanan sisi potong tidak serentak,jadi lebih enteng.
Alur spiral ini sangat membantu proses evakuasi tatal. Tap ini sangat bagus untuk mengetap lobang yang ber "gap" atau cross hole. Derajat kemiringan alur spiral ini bervariasi namun terbagi dua menjadi  low spiral (18-30°) dan high spiral (45-52°). Variasi sudut heliq ini bergantung peruntukan material yang disarankan.
* High spiral,45° atau lebih,digunakan pada material yang ulet, seperti aluminium, tembaga dan lainnya. Kemiringan segitu akan membuat jarak spiral pendek,artinya ruang buangan tatal sempit. Kalo digunakan untuk bahan lain akan cepat penuh tatal.

* Spiral 38-42° ,digunakan pada besi karbon medium hingga tinggi dan free machining stainless steel atau stainless steel yang bisa di machining,diolah di mesin.

*Spiral 25 ° - 35 ° - direkomendasikan untuk baja karbon rendah baja bertimah, bronze atau kuningan. Tap spiral yang digunakan pada kuningan dan bronze yang keras biasanya tidak berkinerja baik karena gram kuningan dan bronze patahnya kecil2,tidak akan terangkat ke alur spiral dengan baik.

*Spiral 5 ° - 20 ° - Untuk bahan yang lebih keras seperti beberapa paduan stainless, titanium atau untuk  yang lebih tinggi, spiral yang lebih kecil  dianjurkan. Karena smakin kecil sudut helix nya bahan,gram bahan keras ini cepat jatuh,tapi makan tapnya tetap lebih ringan karena dia masih spiral.

6. Tap Kombinasi / Combined Tap and Drill
Tau baut drilling kan,yang buat baut atap seng atau polikarbonat? 
Tap ini mirip baut itu,tapi ujungnya sudah seperti layaknya mata bor. Namanya juga kombinasi bor dan tap.
Oleh pembuatnya tap ini diklaim sebagai cost cutter, meskipun begitu tentu tidk semua ketebalan bahan bisa dikerjakan dengan tap ini.

7.Tap Mur Dalam / Nut Tap
Yang sering mengejakan blok mesin pasti menegtahui kegunaan tap ini dengan baik. Kadang ada lobang baut yang dalam,meskipun dratnya cuma di dasar, tapi diatasnya ada lubang polos. Nah tap inu didesain buat penggunaan seperti itu.

8. Tap Vulley / Pulley Tap
Pernah menyambung tap hanya untuk membuat drat baut pengunci pada vuli? Terutama vuli diatas 10 inchi dengan as 1,5 atau 2 inchi pasti akan sulit membuat baut pengunci dengan tap biasa.
Tap ini bagus banget karena shank nya yang panjang.

9. Tap Ganda / Acme Tandem Tap
Drat Acme Thread atau drat trapezium kita tahu adalah drat yang cocok untuk ulir penggerak. Karena bentuknya yang trapesium bisa menghantarkan bebean berat. Sekarang ada tap yang mengkombinasikan tap roughing dan finishing. 

10. Tap Ulir Trapesium ACME
Adalah bentuk normal dari tap nomor 9. Kalo yang tadi kan sebenarnya 2 tap,yang depannya untuk kasaran dan belakang untuk finishing. Nah ini yg normalnya

11. Tap Pipa
Yup,tap untuk membuat mur pipa,nevel,dll yang berpasangan dengan drat pipa. Kita tahu drat pipa memeiliki ketirusan tertentu untuk fitting yang baik,menghindari bocor dan putusnya pipa. Makanya tapnya pun tampak sangat tirus.

Oke itulah beberapa model dan style tap yang kini diproduksi dan beredar di pasaran. Semoga menambah wawasan kita.  Salam BMB! 



Continue reading ...

Monday, February 26, 2018

Jenis Jenis dan Cara Membaca Kode Bearing/Klaher Duduk

0 comments
Halo teman BMB,apa kabar semua? Jumpa lagi dengan saya di blog tercinta kita ini. Semoga semua kegiatan anda berjalan lancar. Yang pelajar,sekolah atau kuliah nya lancar,begitu juga yang kerja,semoga aktivitas nya lancar jaya...
Bagi teman BMB yang suka rekayasa mesin,membuat alat ini atau membangun mesin itu,pasti sering berhubungan dengan yang namanya klaher duduk.
Ada yang menyebut bearing unit,atau bearing duduk atau malah menyebut dengan tipenya seperti pillow block, klaher UCP,dst.
 
Namun sistem penomoran bearing berkulit ini berbeda dengan bearing umumnya. Housing atau kulit wadahnya pun beragam,sesuai dengan keperluan nya masing masing.
Sebelum kita mengetahui sistem penomoran nya,ada baiknya kita mengetahui jenisnya dulu.
Inilah Housing style (bentuk rumah) atau jenis jenis dari bearing unit.

1. UCP  (Pillow Block Unit)

Ini bearing unit paling umum digunakan. Sering disebut laher duduk atau pillow block. Memiliki dua lubang baut yang sumbunya berlawanan dengan poros bearing. Bisa dipasang duduk normal,terbalik atau menyamping.


2.UCF (Flange Unit with 4 Bolts)


Dengan 4buah lubang baut yang co-axial dengan sumbu bearing, laher ini tinggal di tempel di sisi dimana dia ditempatkan,tanpa pangkuan seperti UCP.
Jamak digunakan dalam konstruksi berupa box,seperti mesin2 penyosohan gabang,di box elevator.dll.


3. UCFL (Flange Unit with 2 Bolts)


Sama dengan UCF,namun konstruksi pengikatnya hanya dengan 2 baut.
Tentu penggunaannya untuk beban yang lebih ringan.


4. UCFC (Piloted Round Flange Unit)


Varian lain dari Flange Unit, namun flange bundrnya ini bisa dibuatkan rumah atau nok dalam peng-aplikasiannya,sehingga lebih sip.


5. UCT (Take UP Unit)




Bearing unit ini memiliki slot di kanan kiri bodinya dan 1 lubang baut yang sumbunya searah slot tapi melintang terhadap sumbu bearing.
Sangat bagus untuk konstruksi as yang jarak sumbunya memerlujan penyetelan  (adjustable) terhadap as lainnya.

Cara Membaca Kode Bearing Unit

Seperti tadi sempat saya bilang,eh..tulis kali ya, kode bearing unit sering membingungkan. 
Bearing unit tersedia dalam ukuran standar ISO (milimeter) dn SAE ( inchi).
Yang paling gampang dikenali adalah tanda minus (-) dibelakang namanya atau angkanya. Itu dia menandakan inchi, tapi berapa ini kuncinya....

Kode laher duduk milimeter 

UCP 205

UC ------- kode insert bearing (laher isiannya)
P ---------- tipe housing/rumah 
2 ---------- kode seri
05 -------- kode diameter lobang

dimana :

UC  : insert bearing standar bentuknya spherical  (melengkung) di diameter luarnya,silendris lobangnya dan memiliki baut pengunci.

P : sudah saya sebutkan tadi,salah satu jenis housing (pillow block), lainnya ada F (flange),FC,FLdan T

2 : angka standard industrial series

05 : kode diameter lubang.... ingat ya kode ada artinya.

01 = diameter lubangnya 12mm
02 = diameter lubangnya 15mm
03 = diameter lubangnya 17mm
04 dan diatasnya ==> diameternya kalikan 5

Contoh:
UCP 205  diameter lubang = 5×5= 25mm
UCP 211 diameter lubang = 5×11=55mm
Jelas kan?
Ini berlaku juga untuk jenis UCF,UCFL,UCFC dan UCT ( jenis membedakan bentuk rumah dan baut)


Kode Laher duduk inchi

UCP 205-16

Seperti saya jelaskan tadi,untuk bearing duduk ukuran inchi,memiliki tanda min (-) dibelakang kode diameternya

Ini kuncinya :

Untuk mencari diameternya dalam inchi, angka dibelakang tanda min dibagi 16. Itulah ukuran inchinya

Contoh :

UCF 201-8 diameternya 8/16= 1/2"
UCP 205-16 diameternya 16/16= 1"

Dst..... ingat,berlaku juga untuk jenis UCF,UCFL,UCFC dan UCT ( jenis membedakan bentuk rumah dan baut)

Nah,sekarang jelas sudah kan,perbedaan bearing duduk milimeter dan klaher duduk inchi. Dan kita bisa membedakan bentuj housing mana yang kita butuhkan dalam suatu project.

Semoga bermanfaat. .....




Continue reading ...

Friday, February 23, 2018

Menggunakan Tap di Mesin Bubut dan Membubut dengan Alat Bantu Mandrel Drat

0 comments
Halo teman BMB, jumpa lagi nih...
Saat mengejakan pekerjaan memperbaiki drat pencekam mesin marine ke perahu yang rusak,saya iseng merekamnya dengan ponsel jadul saya.

Intinya saya mau membuat ulir dengan tap,tapi saya tap dengan mesin bubut. Ukurannya M14x2,0

  1. Pertama saya catok as kuningan di chuck mesin bubut
  2. Di bor dengan Mata bor diameter 12,5mm
  3. Pasang tap No.1 di chuck bor kepala lepas
  4. Hidupkan mesin,rpm nya lambat aja
  5. Dekatkan tap dengan mendorong kepala lepas. Sebelumnya pastikan stang bornya sudah merekat kuat ke kepala lepas.
  6. Tap otomatis akan tertarik masuk dengan sedikit dorongan awal. Perhatikan agar tidak terjadi sesuatu beban berlebih
  7. Matikan mesin sesaat dan putar balik untuk pembuangan tatal
  8. Lanjutkan proses ngetap sampai drat dalam sempurna
  9. Selesai,dan benda kerja bisa dilepaskan . Dalam hal ini saya potong dulu karena hanya butuh  sepanjang 27mm
Potongan as kuningan tadi sebenarnya mau saya bubut luarnya menjadi bahan recoil. Karena tidak bisa dicekam lagi,saya akan menggunakan bantuan mandrel drat.
Dengan sepotong as 1" sepanjang 100mm,saya membuat ujungnya menjadi drat M14x2,0 sepanjang 30mm.
Karena keburu waktu,saya tidak membubut ulirnya,namun menempelnya dengan baut yang sudah jadi. Bagaimana membuatnya senter? Nanti aja... 
sekarang dicekam saja di chuck bubut,biar bisa membantu memegang potongan kuningan tadi...
Biar lebih jelas,berikut videonya...



Continue reading ...
 

About Me

My Photo

Bengkel NTK mengerjakan pekerjaan las dan bubut.
  • pagar
  • pintu
  • teralis
  • rolling door
  • dll

Produk  Lainnya

Pemesanan:

call/sms/WA   : 0812 4661 705
BBM               : 2a3a6c0f
email             : bengkel.ntk@gmail.com

Lencana Facebook

FB Page Admin

Copyright © 2009-2018 Belajar Mesin Bubut Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Published..Blogger Templates Powered by Blogger