Cari di Blog Ini

Minggu, 26 Februari 2012

Proyek dan Produksi

0 comments

artikel dari blogetery

Teman-teman semua, dalam dunia industri, proyek dan produksi adalah dua hal yang selalu dijalankan. Kedua hal tersebut selalu berjalan beriringan dan tidak dapat dipisahkan. Disini akan sedikit dijelaskan pengertian dari istilah proyek dan produksi. . Perhatikan bagan di bawah ini :
proyek-produksi

Secara mendasar proyek dan produksi merubah sesuatu yang abstrak yaitu ide, design, dan rencana dan diwujubkan hingga menghasilkan suatu hasil nyata. Proyek dapat dicontohkan dari bagan tersebut adalah pembangunan sebuah pabrik, pembangnan sebuah bangunan, pembuatan jalan, pembuatan prototipe, pengembangan produk adalah bentuk suatu proyek.

Kemudian apakah perbedaan dengan produksi ? Perbedaan antara proyek dengan produksi adalah waktu dan frekuensi pelaksanaannya. Proyek dilakukan sekali, sebagai contohnya pabrik mobil toyota membangun sebuah pabrik. Pabrik tersebut dibangun sekali dalam satu waktu dan setelah itu mobil demi mobil dihasilkan dari pabrik tersebut. Aktivitas menghasilkan mobil yang terus menerus itulah yang disebut sebagai produksi.

Mari kita lihat lebih jauh

proyek dan produksi 2

Pada contoh pertama pembangun sebuah pabrik mobil adalah proyek, sedangkan aktifitas memproduksi mobil adalah produksi. Mendirikan rumah sakit adalam proyek sedangkan aktifitas mengobati pasien dan menjalankan rumah sakit tersebut adalah produksi. Membuat suatu protoyipe adalah proyek sedangkan memproduksinya secara massal adalah aktivitas produksi

Yang perlu dipahami proyek merubah dari satu tingkat ke tingkat yang lain yang kita inginkan. Yang dari hasil proyek tersebut dapat dihasilkan output yang terus menerus dan berulang ulang.

Perpaduan proyek dan produksi

Dalam kehidupan nyata proyek dan produksi adalah terpadu, tidak dapat dipisahkan.Proyek dilakukan untuk memulai produksi dan menyelesikan masalah masalah yang ada. Seperti perawatan, penjualan, kualitas produk dan lain lain. Masalah yang timbul misal sebuah lini produksi yang semua berjalan lancar maka tidak suatu tindakan yang dilakukan secara khusus tetapi seandainya ada masalah Contohnya sebuah perusahaan mobil mendengar banyak komplain dari konsumen, maka perusahaan itu kemudian segera mengadakan inspeksi dan membentuk institusi dalam lini produksi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jadi seandainya teman – teman menjadi seorang produk engineer dalam sebuah perusahaan, maka anda akan menjalankan produksi sesuai yang rencana serta menanggani juga proyek – proyek berkaitan masalah produksi.


Continue reading ...

Sabtu, 25 Februari 2012

Mobil Esemka Menjalani Uji Emisi

0 comments

Prita Laura mencoba mobil ESEMKA
 Seperti biasa,sambil istirahat sehabis makan siang saya melihat siaran tivi sejenak. Dan kebetulan melihat psrcakapan Pak Jokowi dengan Prita Laura. Rupanya Sang Walikota Solo itu hadir di metro tv sehubungan dengan persiapan mobil Esemka yang akan menjalani uji emisi. Satu kebanggaan buat walikota Solo,buat anak-anak SMK dan juga buat Indonesia karena mobil tersebut telah diuji ketangguhannya menempuh jarak dari Solo sampai Jakarta.

Menurut Jokowi, perjalanan Esemka Rajawali berlangsung mulus tanpa kendala. Esemka beserta rombongan pengiring tiba di Jakarta, tepatnya di Tugu Proklamasi, sekitar pukul 04.00 WIB. Mobil dikemudikan secara bergantian Hadi dan pakar telematika Roy Suryo. Mobil jenis SUV itu menempuh jarak sekitar 600 kilometer dengan kecepatan 80 - 120 kilometer perjam. Kini, baik Jokowi maupun para perakit Esemka berharap mobil itu lolos uji kelayakan dan menjadi mobil nasional buatan anak negeri. Bahkan beliau sangat yakin mobil esemka ini akan lulus uji emisi.
proses perakitan

Jokowi dan mobil Esemka




Rombongan tersebut sempat mengajak reporter metro mencoba kenyamanan mobil itu. Diperlihatkan juga  ruang mesin danditunjukkan oleh Pak Jokowi sparepart yang sudah dibuat  di dalam negeri. Jumlah sekolah yang terlibat dalam proyek mobil ini masih menurut beliau ada 23 SMK se-Indonesia selain dari Bengkel Kiat Motor. Jadi spare part mobil ini ada yang dibuat di Jawa Tengah sendiri,Jawa Barat ddan Jakarta.

Uji kelayakan sendiri akan dilakukan di Serpong, Tangerang, Banten.
Sebelum diberangkatkan, Esemka Rajawali terlebih dulu menjalani pengecekan, di antaranya fungsi rem dan lainnya.

Esemka mulai melejit setelah Wali Kota Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi memutuskan menggunakan mobil Esemka sebagai kendaraan dinasnya, bersama sang Wakil Wali Kota FX Hadi Rudyatmo pada awal Januari silam. Sejak itu mobil Esemka menjadi perbincangan masyarakat luas. Bahkan banyak pihak memesan Esemka, termasuk para elite politik.

Menurut Jokowi setelah lulus uji emisi nanti mobil Esemka akan segera diproduksi massa l dengan kapasitas 200 unit per bulan. Tidak itu saja proyek selanjutnya sudah direncanakan yaitu pembuatan pick-up singel cabin,double cabin dan sedan.

Saya turut bangga dengan  prestasi ini juga dengan dukungan pejabat pemerintah di Solo dan Jawa Tengah. Semoga kandungan lokal dari mobil Esemka ini terus ditingkatka hingga 100 persen. Ayo, SMK bisa....!
Continue reading ...

Kamis, 23 Februari 2012

Memilih Pisau dan Metode Pemakanan Frais/Milling

0 comments
Memilih pisau frais bukanlah tugas sederhana. Ada banyak variabel, pendapat dan pengetahuan yang perlu dipertimbangkan, tapi pada dasarnya mekanik sedang mencoba untuk memilih alat yang akan memotong bahan dengan spesifikasi yang diperlukan untuk biaya paling sedikit. Biaya pekerjaan adalah kombinasi dari harga alat ini, waktu yang dibutuhkan oleh mesin frais ini, dan waktu yang dibutuhkan oleh operator tersebut. Seringkali, dalam pekerjaan jumlah besar, dan waktu permesinan yang dibutuhkan, biaya alat ini terendah dari tiga biaya
  •    Bahan: baja kecepatan tinggi (HSS) pemotong adalah pemotong paling-mahal dan terpendek umurnya. Cobalt baja adalah perbaikan pada HSS dan umumnya dapat dijalankan 10% lebih cepat. Alat karbida lebih mahal daripada baja, namun lebih lama, dan dapat berjalan lebih cepat, sehingga terbukti lebih ekonomis dalam jangka panjang. HSS alat yang sangat cukup untuk banyak aplikasi. Perkembangan dari HSS untuk baja kobalt untuk karbida dapat dipandang sebagai sangat baik, bahkan lebih baik, dan yang terbaik.
  •     Diameter: alat yang lebih besar dapat menggerus material lebih cepat dari yang kecil, karena itu pemotong terbesar mungkin akan cocok di pekerjaan biasanya dipilih. Ketika pemakanan kontur internal, atau eksternal yang cekung, diameter dibatasi oleh ukuran kurva internal. Jari-jari cutter harus kurang dari atau sama dengan jari-jari busur terkecil.
  •     Alur pisau: Alur lebih banyak memungkinkan tingkat umpan yang lebih tinggi, karena itu jika ada bahan yang kurang terbuang di satu alur maka akan ada sedikit ruang untuk geram, sehingga keseimbangan harus dipilih.
  •     Coating: Pelapisan, seperti titanium nitrida, juga meningkatkan biaya awal namun mengurangi keausan dan meningkatkan umur pahat.
  •    Sudut Helix : sudut heliks Tinggi biasanya terbaik untuk logam lunak, dan sudut heliks rendah untuk logam keras atau sulit.


Metode Pemakanan Mesin Frais


 Conventional milling.


climb milling

Sebuah pemotong milling dapat memotong dalam dua arah, terkadang dikenal sebagai konvensional atau ke atas dan memanjat atau climbing.

Pemakanan Konvensional  (kiri): Ketebalan Chip dimulai dengan nol , dan meningkat hingga maksimal. Pemotongan ini begitu ringan di awal bahwa alat ini tidak dipotong, tapi bergeser di seluruh permukaan material, sampai tekanan yang cukup dibangun dan gigi tiba-tiba menggigit dan mulai memotong. Ini deformasi material (pada titik A pada diagram, kiri), pekerjaan pengerasan, dan menumpulkan alat. Pemotongan ini menghasilkan finishing yang buruk.

Pemakanan Climbing mill (kanan): Setiap gigi menyentuh material pada titik tertentu, dan lebar permukaan yang dipotong mulai maksimum dan menurun sampai nol. Chip yang dibuang di belakang cutter,  menyebabkan pembuangan geram lebih mudah. Gigi tidak menggosok pada materi, dan umur pahat dapat lebih lama. Namun,metode ini dapat menghasilkan beban yang lebih besar ke mesin, dan tidak direkomendasikan untuk mesin frais yang lebih tua, atau mesin yang tidak dalam kondisi baik,karena beban pisau akan menarik meja dengan kuat.

Penanganan Tatal/Geram

Meskipun ada berbagai jenis pemotong mesin milling, memahami pembentukan geram adalah dasar penggunaan salah satu dari mereka. Selagi pisau berputar, bahan yang akan dipotong dimasukkan ke dalamnya, dan setiap gigi pemotong menghasilkan chip kecil bahan. Mencapai ukuran yang benar dari chip adalah sangat penting. Ukuran chip ini tergantung pada beberapa variabel.
Kualitas lain yang penting dari pisau frais untuk dipertimbangkan adalah kemampuannya untuk menangani masalah gram ini,yang dihasilkan oleh proses pemotongan. Jika gram/swarf tidak dihilangkan secepat diproduksi, alur pisau akan menyumbat dan mencegah alat pemotong bekerja efisien, menyebabkan getaran, keausan pahat dan overheating. Beberapa faktor yang mempengaruhi penghapusan geram/swarf, termasuk kedalaman dan sudut dari alur pisau, ukuran dan bentuk dari chip, aliran pendingin, dan bahan sekitarnya. Mungkin sulit untuk memprediksi, tetapi opeartor yang baik akan memperhatikan bagaimana gram terbentuk, dan menyesuaikan kondisi pemotongan bahan. Dan tidak bisa dilupakan satu tindakan lain yang berhubungan dengan proses ini adalah pendinginan dan cairan pendingin itu sendiri.

Continue reading ...

Jenis-Jenis Pisau Mesin Frais

0 comments

Pisau potong mesin milling ada dalam beberapa bentuk dan berbagai ukuran. Ada juga pilihan yang memiliki pelapis, serta bersudut pembuang geram dan jumlah sisi potong yang banyak.
 Secara umum sebuah mata pisau milling memiliki bagian-bagian berikut:
bagian pisau frais

  • Bentuk: Bentuk standar Beberapa pisau frais digunakan dalam industri saat ini, yang dijelaskan lebih rinci di bawah.
  • Flute/Alur /Jumlah gigi: Flute dalam gambar diatas adalah alur heliks sepanjang pisau frais, sedangkan bagian tajam sepanjang tepi pisau dikenal sebagai gigi. Gigi memotong bahan, dan gram dari bahan ini tertarik ke alur oleh rotasi dari pisau. Hampir selalu ada satu gigi per flute, tetapi beberapa pemotong memiliki dua gigi per flute. Pisau milling mungkin memiliki satu sampai banyak gigi, dengan 2, 3 dan 4 yang paling umum. Biasanya, lebih banyak jumlah giginya lebih cepat proses pemotongan bahannya. Jadi, pemotong 4-gigi dapat meakan materi di dua kali tingkat pisau 2-gigi.
  • Helix angel/Sudut Helix: Alur dari pisau pemotong frais hampir selalu heliks. Jika alurnya adalah lurus, seluruh gigi akan berdampak pemakanan material sekaligus/serentak, menyebabkan getaran dan mengurangi akurasi dan kualitas permukaan.  Biasanya, pemotong finishing memiliki sudut rake yang lebih tinggi (heliks ketat) untuk memberikan hasil akhir yang lebih baik.
  • Pusat pemotongan: Beberapa pisau milling dapat mememakan lurus ke bawah (tembus) melalui material, sementara yang lain tidak bisa. Hal ini karena beberapa gigi pemotong tidak memiliki kemiringan ke pusat senternya. Pisau dapat memotong ke bawah pada sudut 45 derajat atau lebih.
  • Roughing/Pemakanan Kasar atau Finishing: Berbagai jenis pemotong ada yang tersedia untuk pemakanan besar/kasar, meninggalkan permukaan akhir yang buruk, atau untuk pemakanan sedikit, tapi meninggalkan permukaan akhir yang baik (finishing).
  • Coating/Pelapis: Lapisan alat yang tepat dapat memiliki pengaruh yang besar pada proses pemotongan dengan meningkatkan kecepatan potong dan kehidupan/umur alat, dan meningkatkan kehalusan permukaan akhir. Polycrystalline Diamond (PCD) adalah lapisan sangat keras digunakan pada pemotong yang harus tahan aus abrasif tinggi. Sebuah alat dilapisi PCD bisa berlangsung hingga 100 kali lebih lama dari alat uncoated. Namun lapisan tidak dapat digunakan pada suhu di atas 600 derajat C, atau pada logam besi. Alat untuk aluminium mesin kadang-kadang diberi lapisan dari TiAlN. Aluminium merupakan logam yang relatif lengket, dan dapat lengket sendiri ke gigi alat, menyebabkan mereka  tumpul. Namun ia cenderung untuk tidak menempel TiAlN, yang memungkinkan alat ini untuk digunakan lebih lama dalam aluminium.
  • Shank: shank adalah bagian silinder yang tidak beralur dari alat yang digunakan untuk memegang ke catok. Kadang Diameternya mungkin berbeda dari diameter bagian pemotongan alat ini, sehingga bisa dipegang oleh pemegang alat standar.

Jenis Pisau Milling

End Mill
Adalah mata bor frais seperti gambar diatas yang memotong bahan di satu sisi, serta di ujungnya. Mata bor frais umumnya digunakan untuk merujuk kepada pemotong dasar rata .Mereka biasanya terbuat dari baja kecepatan tinggi (HSS) atau karbida, dan memiliki satu atau lebih alur/flute. Mereka adalah alat yang paling umum digunakan di milling vertikal.

Slot Drill
Slot(paling atas),end mill dan Ball nose mill

Pisau Slot  (baris atas di gambar) adalah jenis endmills dengan pemotong pusat. Umumnya memiliki dua-(kadang-kadang tiga atau empat-) alur pemotong yang mampu melakukan  pengeboran ( pemotongan tembus) langsung turun ke dalam bahan dan kemudian bergerak lateral untuk memotong slot .

Roughing Endmill

Pisau ini cepat memakan sejumlah besar bahan. Jenis ini menggunakan bentuk potong gigi bergelombang di pinggiran. Gigi-gigi bergelombang membentuk tepi tajam banyak berturut-turut memproduksi chip kecil, menghasilkan permukaan akhir yang relatif kasar. Selama pemotongan, gigi beberapa berada dalam kontak dengan benda kerja mengurangi berisik dan getaran.

Ballnose mill

Pemotong hidung bola(paling bawah di gambar diatas, lucu ya namanya....) mirip dengan bor slot, tetapi ujung pemotong adalah hemispherical. Mereka  ideal untuk mesin bentuk 3-dimensi  berkontur di pusat mesin, misalnya dalam cetakan dan die.  Mereka juga digunakan untuk menambah radius antara permukaan tegak lurus untuk mengurangi konsentrasi tegangan/gesekan.

Slab Mill
slab mill


Slab mill digunakan baik sendiri atau dalam operasi bersamaan pada mesin milling horizontall atau universal untuk permukaan mesin yang luas dan besar dengan cepat. Untuk penggunaan di mesin frais vertikal mereka digantikan oleh pisau pemotong permukaan karbida.

Pisau permukaan dan Samping

pisau permukaan dan samping
Pisau pemotong permukaan dan sisi ini dirancang dengan  gigi pada sisinya serta lingkarannya. Mereka dibuat dalam berbagai diameter dan lebar tergantung pada aplikasi. Gigi di samping memungkinkan cutter untuk membuat pemotongan tidak seimbang (memotong pada satu sisi saja) tanpa membelokkan pemotong seperti yang akan terjadi dengan pemotong gergaji yang tidak ada gigi samping.



Pemotong gigi berbentuk spiral/Involute gear cutter

Involute gear cutter
 Ada 8 pemotong (tidak termasuk ukuran dengan setengah yang jarang jarang) yang akan memotong roda gigi dari 12 gigi sampai diameter tak terbatas.
Diatas adalah contohnya yaitu sebuah Gigi pemotong berbentuk spiral - nomor 4:
· pemotong 10 diameter pitch
· Potongan roda gigi dari 26 hingga 34 gigi
· 14,5 derajat tekanan sudut


Hobbing
hobing mill

Pemotong adalah jenis alat pembentuk dan digunakan dalam hobbing mesin untuk menghasilkan gigi. Sebuah penampang gigi pemotong akan menghasilkan bentuk yang diperlukan pada benda kerja, sekali diatur untuk kondisi yang sesuai (ukuran kosong). Sebuah mesin hobbing adalah mesin milling khusus.

Pisau Frais Permukaan/Face mill
Carbide Facemill

Sebuah face mill terdiri dari beberapa sisi potong yang dirancang untuk menahan tip karbida. Tips yang tidak dirancang untuk resharpened/diasah kembali dan dipilih dari berbagai jenis yang dapat ditentukan oleh berbagai kriteria, beberapa di antaranya mungkin: bentuk ujung,  tindakan yang diperlukan, bahan yang dipotong. Ketika tips yang tumpul, mereka dapat dilepas, diputar (diindeks) dan diganti untuk menyajikanpermukaan pisau  tajam untuk benda kerja, hal ini meningkatkan kehidupan pisau.

Continue reading ...

Mesin Perkakas Lainnya :1.Mesin Milling

0 comments

Karena adanya permintaan pembaca setia Belajar Mesin Bubut untuk memposting materi mesin perkakas lainnya,maka kali ini kami akan berusaha menyajikannya. Dan yang pertama kita bahas adalah Mesin Milling atau Mesin Frais.

Sebuah mesin milling adalah alat mesin yang digunakan untuk mengolah bahan yang solid. Mesin frais sering digolongkan dalam dua bentuk dasar, horisontal dan vertikal, yang mengacu pada orientasi poros utama. Kedua jenis terdiri dari berbagai ukuran dari kecil, yang terpasang di bangku sampai perangkat untuk ruangan berukuran besar. Tidak seperti bor tekan, yang memegang benda kerja stasioner dan bor bergerak secara aksial untuk menembus materi, mesin frais juga memindahkan benda kerja terhadap pemotong radial pisau yang berputar, yang memotong di sisi-sisinya serta ujungnya. Benda kerja dan gerakan pemotong justru dikendalikan menjadi kurang dari 0,001 di (0,025 mm), biasanya dengan menggunakan slide dasar presisi dan leadscrews atau teknologi analog. Mesin penggilingan dapat dioperasikan secara manual, mekanis otomatis, atau otomatis digital melalui kontrol numerik komputer (CNC).

Mesin frais dapat melakukan sejumlah besar operasi, dari yang sederhana (misalnya, slot alur pasak dan pemotongan, perencanaan, pengeboran) untuk kompleks (contouring misalnya, diesinking). Fluida Cutting sering dipompa ke tempat pemotongan untuk mendinginkan dan melumasi pemotongan dan mencuci menghilangkan gram yang dihasilkan.

Tipe Mesin Frais berdasarkan Sumbunya

Frais/Milling Vertikal
Vertical milling machine. 1: milling cutter 2: spindle 3: top slide or overarm 4: column 5: table 6: Y-axis slide 7: knee 8: base
Di Frais vertikal sumbu poros adalah berorientasi vertikal. Pisau potongnya berada di poros dan berputar pada porosnya. Spindel umumnya dapat diperpanjang (dapat dinaikkan / diturunkan, memberikan efek yang sama), yang memungkinkan pemotongan dalam dan pengeboran. Ada dua subkategori Frais vertikal: Frais Bed dan Frais menara.

  • Sebuah Frais menara memiliki spindle stasioner dan mejanya bisa dipindahkan baik tegak lurus dan sejajar dengan sumbu poros untuk menyelesaikan pemotongan. Jenis ini lebih sering kita sebut bor frais, karena memiliki pena yang memungkinkan mata pisaunya akan diangkat dan diturunkan dengan cara yang mirip dengan bor tekan. Jenis mesin ini menyediakan dua metode pemotongan dalam arah (Z) vertikal: dengan menaikkan atau menurunkan tuasnya itu, dan dengan menaikkan mejanya.

  • Di Frais Bed, bagaimanapun, meja bergerak hanya tegak lurus terhadap sumbu poros, sementara pisaunya itu sendiri bergerak sejajar dengan porosnya sendiri.
mesin bor frais

Mesin Milling vertikal umumnya dianggap oleh beberapa kalangan menjadi lebih fleksibel dari dua desain itu. Namun, Bor Frais hanya praktis selama mesin masih relatif kecil. Seiring dengan peningkatan ukuran mesin, menggerakkan meja atas dan ke bawah membutuhkan usaha yang cukup besar dan juga menjadi sulit untuk mencapai pegangan tuas penekan bor (jika dilengkapi). Oleh karena itu, mesin Milling tipe menara yang lebih besar biasanya dari jenis Bed Milling.

Juga untuk dicatat adalah mesin milling tipe tiang/menara, disebut bor frais. Hal ini cukup populer dengan penggemar, karena ukurannya yang kecil dan harga lebih rendah. Sebuah bor frais ini mirip dengan bor tekan, kecil namun dilengkapi dengan meja XY.


Frais/Milling Horizontal
Horizontal milling machine. 1: base 2: column 3: knee 4 & 5: table (x-axis slide is integral) 6: overarm 7: arbor (attached to spindle)

Sebuah milling horizontal memiliki jenis yang sama dari segi meja yang bisa bergerak x-y, tapi pemotongnya  dipasang pada sebuah sumbu horizontal (lihat Arbor ) di seberang meja. Banyak milling horisontal juga memiliki fitur built-in meja putar yang memungkinkan pemotongan pisaunya di berbagai sudut, fitur ini disebut sebagai tabel universal.

 Kelebihan milling horizontal adalah karena pisau dipegang pada arbor yang mana memiliki pegangan yang kuat,maka bisa dipasangi pisau yang lebih lebar. Dan tentu saja kita bisa melakukan pemakanan yang lebih dalam dibandingkan pada milling vertikal.
Dengan mesin ini juga bisa dilakukan pemotongan dengan profil/penampampang khusus misalnya radius,alur,dan tentu saja yang sangat penting adalah untuk pembuatan bermacam roda gigi(gear)

Continue reading ...

Senin, 20 Februari 2012

Membuat Sebuah Bengkel Bubut Sederhana

7 comments
Dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan menumbuhkan usaha kecil(wuih....)saya mengajak adik-adik yang sedang belajar di SMK Mesin Produksi atau Tekhnologi Pengerjaan Logam ataupun teman-teman yang sedang bekerja di bidang ini untuk mulai memikirkan usaha Bengkel Bubut dan Las....

Prolognya serem banget,kaya menteri UKM aja.... Ini hanya untuk membangkitkan "jiwa-jiwa" yang tidak ingin terbelengu dalam rentetan job list dan gambar-gambar yang berkuasa memerintah....




Gambar di atas pernah saya tunjukkan kepada seorang teman penghobi motor tua yang mana adalah juga pelanggan di bengkel bubut saya. Tentu foto itu bukan foto bengkel saya. Saya menemukannya di forum yang juga saya ikuti di flickr. Itu adalah sebuah machine shop (istilah bengkel di amrik) seorang penghobi juga. Hmm... rapi sangat bukan? Saya sendiri masih ingin memiliki yang seperti ini.
Trus apa yang ingin saya share di postingan kali ini? Mau mengajari cara bisnis bengkel bubut? Bukan,karena memang saya belum kompeten untuk itu walaupun saya makan dari mesin bubut dan las. Tujuan saya ya itu tadi,memberi gambaran pada para rekan penghobi syukur-syukur ada ada rekan yang tadinya pekerja beginian yang berniat mandiri, tentang perlengkapan minimal yang harus kita siapkan untuk sebuah bengkel bubut sederhana(kecil). Kenapa minimal,ya karena menyangkut dana...kalo sudah maksimal ga usah diomongin lagi....

Adapun yang harus kita siapkan untuk mewujudkan sebuah bengkel bubut kecil adalah:
1.Mental
   Bagi yang selama ini sudah sering memakai jasa bengkel ini pasti sudah bisa meraba keuntungan atau kerugiannya bila punya sendiri atau memakai jasa mereka.
Bagi yang selama ini masih bekerja di perusahaan atau tempat orang pertanyaannya adalah sanggupkah aku? Misalnya dari segi materi peralatan sudah siap biasanya masih saja ada yang menghantui khususnya di bulan-bulan awal... Sama saja dengan memulai usaha apapun, kuncinya adalah yakin.
2. Tempat
Sekali lagi,kita disini bukan membicarakan bengkel bubut yang betul-betul lengkap,tapi yang kecil dan bisa berjalan baik buat penghobi ataupun sebagai usaha.
Di sebuah gang di Jalan Cokroaminoto,Denpasar saya pernah melihat ada lebih dari dua bengkel bubut rumahan di satu gang itu.
Jadi disini kita bisa pakai gudang yang tidak terpakai,toko bahkan emper rumah...
3. Modal
Yang ini saya serahkan kembali ke rekan-rekan sendiri....

Selanjutnya langsung saja,apa saja nanti alat atau mesin yang ada disitu? Kita wajib memiliki beberapa mesin dan peralatan tangan lainnya,yaitu:
  • Angel grinder, gerinda tangan.
  • Bench grinder,Geerinda bangku
  • Alat potong,gergaji tangan,gergaji mesin,chop saw,dll
  • bor tangan
  • bor bangku
  • hand tap dan snei,untuk awalnya siapin aja yang umum,misalnya M6x1,M8x1.25,dll
  • Catok
  • Inverter las,ini opsi yang paling murah dari mesin las
  • mesin bubut tentunya,kan ceritanya bengkel bubut,hehe....
  • alat ukur
Itulah sekilas langkah awal dari membangun sebuah bengkel bubut kecil-kecilan. Jika kita menggunakan sebuah mesin bubut kurang dari satu meter kita bisa menjalankan mesin-mesin tersebut dengan pasokan listrik 3500VA. Untuk biaya yang diperlukan,teman-teman bisa googling dengan rincian diatas. Siapa tau bisa dapat barang second dengan harga yang bagus....

Continue reading ...

Rabu, 15 Februari 2012

Jenis-jenis Ulir/Drat (Standarisasi Jenis Ulir/Drat)

0 comments
 Ini adalah postingan sempalan dari sebelumnya yang membahas tentang ulir/drat. Namun kali ini saya akan khususkan tentang standardisasi ulir, walaupun juga sempat membahas perbedaan ulir UN,UNC,UNFdan UNS di postingan terpisah.


Namun jika masih perlu mengetahui standarisasi ulir/drat,inilah daftar yang sangat lengkap seperti dilansir lathes.co.uk



United Kingdom
  • B.S.W. British Standard Whitworth
  • B.S.F. British Standard Fine
  • T.W.F. Truncated Whitworth Form
  • T.W.F. with flat crests
  • B.S.B. British "Standard" Brass - (no official standard exists)
  • M.E. Model Engineers (60, 40, 32 & 26 t.p.i. Series
  • B.S.E.C. British Standard Electrical Conduit
  • B.S.P. British Standard Pipe
  • B.S.T.P. British Standard Taper Pipe
  • B.S.P.P. British Standard Parallel Pipe
  • B.A. British Association
  • B.S.C. British Standard Cycle (formerly C.E.I. Cycle Engineers' Institute)
  • S.M.M.T. British Motor Tyre Valve Thread

Threads without commonly-recognised initials:
  • Spark Plug Thread
  • Standard Buttress Thread
  • British Standard Metric Thread
  • Acme Threads
  • Bottle-closure Threads
  • Copper-tube Screw Thread
  • Cordeaux Thread for Telegraph Insulators
  • Gas Cylinders Taper Threads (1 in 8 and 1 in 5.625 tapers)
  • Coach Screw Threads (for wood)
  • Taper Threads for Porcelain Moulds
  • Edison Screw Threads for Lamps
  • Miscellaneous Whitworth-form (55-degree) Threads
  • Original Whitworth Pipe
  • Condenser Tube Gland
  • Drum Plugs (mild-steel, heavy-duty drums)
  • Endoscope Lamp Housings
  • Microscope Objectives and Nose Pieces
  • Oil Switch Gear
  • Optical Instrument Fine Motion Adjustment
  • Optical Instrument
  • Camera Lens Flange Fittings (Royal Photographic Society Standard)
  • Leica and other makers' lens and fastener threads
  • Water Well Casings
  • Hydraulic Pipe
  • Suction Hose Coupling (fire) = Round or Knuckle threads
  • Spark Plug Threads (automotive)
  • Water Well Casing
  • B.S. Taper Pipe Thread
  • I.S.O. metric threads--fine-pitch series to B.S. (British Standard) 3643
  • I.S.O. metric threads--M designation to B.S. 3643 and S Designation to B.S. 4827
  • Metric Constant Pitch Threads for Model Engineers to B.S. PD6507-1982

United States of America
  • N.C. National Coarse
  • N.F. National Fine
  • U.N.C. Unified National Coarse
  • U.N.F. United National Fine
  • U.N.S. Unified Special Thread
  • Small U.N.C.
  • Small U.N.F.
  • Regular U.N.C.
  • Regular U.N.F.
  • N.E.F. National Extra Fine
  • U.N.E.F. Unified National Extra Fine
  • U.N.M. Unified Miniature Series
  • U.S. National Pipe Threads (Sellers)
  • 4.U.N. Unified 4-Thread Series
  • 6.U.N. Unified 6-Thread Series
  • 8.U.N. Unified 8-Thread Series
  • 12.U.N. Unified 12-Thread Series
  • 16.U.N. Unified 16-Thread Series
  • 20.U.N. Unified 20-Thread Series
  • 28.U.N. Unified 28-Thread Series
  • 32.U.N. Unified 32-Thread Series
  • 8 N National 8-Thread Series
  • 12 N National 12-Thread Series
  • 16 N National 16-Thread Series
  • N.T.P. National Taper Pipe Thread
  • Spark Plug Threads
  • S.A.E. Dry Seal Pipe Threads (Society of Automotive Engineers)
  • N.P.T.F. Dryseal Standard Pipe Thread
  • P.T.F.-S.A.E. Dryseal S.A.E. Short taper Pipe Thread
  • N.P.S.F. Dryseal Fuel Internal Straight Pipe Thread
  • N.P.S.I. Dryseal Intermediate Straight Pipe Thread
  • Unified Thread for Thin Wall Tubing
  • American Acme
  • American 29-Degree Stub Thread
  • American 60-Degree Stub Thread
  • American Modified Square Thread
  • American A.P.I. Line Pipe Thread
  • American Parallel Pipe Thread

Europe
  • French Metric Series
  • French Automobile Thread
  • German Metric Series
  • German Metric Uniform Pitch Series
  • German 0.5 mm Pitch Series (Metrisches Feingewinde D.I.N. 519)
  • German 1.5 mm Pitch Series (Metrisches Feingewinde D.I.N. 516)
  • German 2 mm Pitch series (Metrisches Feingewinde D.I.N. 247)
  • German 3 mm Pitch series (Metrisches Feingewinde D.I.N. 246)
  • German 4 mm Pitch series (Metrisches Feingewinde D.I.N. 245)
  • German 6 mm Pitch series (Metrisches Feingewinde D.I.N. 244)
  • German Löwenherz Thread--precision instruments
  • German Buttress (Sägengewinde or Saw Tooth)
  • German Sewing Machine Series
  • German Bottle Closure Thread
  • Trapizodial Metric Thread
  • Swiss Metric Threads
  • Swiss (Thury) Threads
  • Swiss Steinlen Threads











 International

  • ISO Metric Threads

Continue reading ...

Sabtu, 11 Februari 2012

Mengelas Sendiri Pahat Bubut Karbide

0 comments
Sehubungan ada teman pengunjung blog BMB ini yang menanyakan cara simpel menempelkan atau mengelas tip pahat bubut karbida maka saya akan berbagi sedikit pengalaman saya berikut. Maaf kalo gambarnya hanya coretan karena saya saat menulis ini sudah lumayan nguantuk.....:capede:

Saya bagi langkahnya menjadi dua, yaitu persiapan bar atau gagang pahat bubut yang akan kita pakai dan tahap pengelasan.

Persiapan Gagang

  1. Siapkan sebuah besi kotak (squre bar) yang sesuai dengan ukuran pada toolpost mesin bubut agan,misalnya 1/2" atau 5/8" serta siapkan juga mata/tip karbidenya
  2. Buatlah dudukan tip di ujung gagang tadi. Bisa menggunakan bor fris atau gerinda. Sesuaikan ukuran dan posisinya,kalo mau bikin pahat bubut kanan ya di sebelah kanan begitu juga sebaliknya.
  3. Buatlah agar bagian yang akan menempel di gagang cukup kedalamannya,cobalah. Perhatikan juga tingginya nanti tidak melebihi tinggi senter mesin bubut.
  4. Kalo sudah pas bisa kita lanjutkan menempelkannya...


Pengelasan

Kita akan menempelkan tip karbide dengan gagangnya ini menggunakan kawat kuningan,jadi siapkanlah semuanya dulu baru ikuti gambar jadul dan langkah kerjanya berikut ini....

las pahat bubut (1)
tip karbida dan gagang pahat bubut yang sudah siap dilas kuningan


las pahat (4)
letakkan tip karbide pada tempatnya. Pakailah alas sebuah bidang datar,taruh gagang dan tip dalam posisi terbalik dan mulai proses mengelas bagian bawahnya.

las pahat (5)
Lalu balik posisinya,pastikan tip berada pada kemiringan sudut potong yang tepat sehingga mempermudah pengasahan



las pahat (6)
setelah pasti, lanjutkan mengelas bagian atas dan lainnya sampai selesai

las pahat (7)
pahat bubut karbida siap digunakan
semoga bermanfaat,thanks to hery

Continue reading ...

Rabu, 01 Februari 2012

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

0 comments
Hari ini,1 Pebruari 2012 bertepatan dengan Rabu Kliwon, wuku Dunggulan. Adalah merupakan satu Hari Besar umat Hindu yang disebut Hari Raya Galungan. Untuk itu, Belajar Mesin Bubut mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan,...
Karena Hari raya ini belum lagi menjadi Hari libur nasional, mungkin banyak diantara teman-teman yang tidak tahu apa itu Hari Galungan dan Kuningan. Untuk itu saya akan mengutip sebuah sumber yang menjelaskan tentang hari besar umat hindu ini.


Penjor,simbol kemenangan di tiap pintu rumah
Sejarah Hari Raya Galungan masih merupakan misteri. Dengan mempelajari pustaka-pustaka, di antaranya Panji Amalat Rasmi (Jaman Jenggala) pada abad ke XI di Jawa Timur, Galungan itu sudah dirayakan. Dalam Pararaton jaman akhir kerajaan Majapahit pada abad ke XVI, perayaan semacam ini juga sudah diadakan.
Menurut arti bahasa, Galungan itu berarti peperangan. Dalam bahasa Sunda terdapat kata Galungan yang berarti berperang.
Parisadha Hindu Dharma menyimpulkan, bahwa upacara Galungan mempunyai arti Pawedalan Jagat atau Oton Gumi. Tidak berarti bahwa Gumi/ Jagad ini lahir pada hari Budha Keliwon Dungulan. Melainkan hari itulah yang ditetapkan agar umat Hindu di Bali menghaturkan maha suksemaning idepnya ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi atas terciptanya dunia serta segala isinya. Pada hari itulah umat angayubagia, bersyukur atas karunia Ida Sanghyang Widhi Wasa yang telah berkenan menciptakan segala-galanya di dunia ini.
Ngaturang maha suksmaning idép, angayubagia adalah suatu pertanda jiwa yang sadar akan Kinasihan, tahu akan hutang budi.
Yang terpenting, dalam pelaksanaan upakara pada hari-hari raya itu adalah sikap batin. Mengenai bebanten tidak kami tuliskan secara lengkap dan terinci. Hanya ditulis yang pokok-pokok saja menurut apa yang umum dilakukan oleh umat. Namun sekali lagi, yang terpenting adalah kesungguhan niat dalam batin.
Dalam rangkaian peringatan Galungan, pustaka-pustaka mengajarkan bahwa sejak Redite Pahing Dungulan kita didatangi oleh Kala-tiganing Galungan. Sang Kala Tiga ialah Sang Bhuta Galungan, Sang Bhuta Dungulan dan Sang Bhuta Amangkurat. Disebutkan dalam pustaka-pustaka itu: mereka adalah simbul angkara (keletehan). Jadi dalam hal ini umat berperang, bukanlah melawan musuh berbentuk fisik, tetapi kala keletehan dan adharma. Berjuang, berperang antara dharma untuk mengalahkan adharma. Menilik nama-nama itu, dapatlah kiranya diartikan sebagai berikut:
  1. Hari pertama = Sang Bhuta Galungan.
    Galungan berarti berperang/ bertempur. Berdasarkan ini, boleh kita artikan bahwa pada hari Redite Pahing Dungulan kita baru kedatangan bhuta (kala) yang menyerang (kita baru sekedar diserang).
  2. Hari kedua = Sang Bhuta Dungulan.
    Ia mengunjungi kita pada hari Soma Pon Dungulan keesokan harinya. Kata Dungulan berarti menundukkan/ mengalahkan.
  3. Hari ketiga = Sang Bhuta Amangkurat
    Hari Anggara Wage Dungulan kita dijelang oleh Sang Bhuta Amangkurat. Amangkurat sama dengan menguasai dunia. Dimaksudkan menguasai dunia besar (Bhuwana Agung), dan dunia kecil ialah badan kita sendiri (Bhuwana Alit).
Pendeknya, mula-mula kita diserang, kemudian ditundukkan, dan akhirnya dikuasai. Ini yang akan terjadi, keletehan benar-benar akan menguasai kita, bila kita pasif saja kepada serangan-serangan itu. Dalam hubungan inilah Sundari-Gama mengajarkan agar pada hari-hari ini umat den prayitna anjekung jnana nirmala, lamakane den kasurupan. Hendaklah umat meneguhkan hati agar jangan sampai terpengaruh oleh bhuta-bhuta (keletehan-keletehan) hati tersebut. Inilah hakikat Abhya-Kala (mabiakala) dan metetebasan yang dilakukan pada hari Penampahan itu.
Menurut Pustaka (lontar) Djayakasunu, pada hari Galungan itu Ida Sanghyang Widhi menurunkan anugrah berupa kekuatan iman, dan kesucian batin untuk memenangkan dharma melawan adharma. Menghilangkan keletehan dari hati kita masing-masing. Memperhatikan makna Hari Raya Galungan itu, maka patutlah pada waktu-waktu itu, umat bergembira dan bersuka ria. Gembira dengan penuh rasa Parama Suksma, rasa terimakasih, atas anugrah Hyang Widhi. Gembira atas anugrah tersebut, gembira pula karena Bhatara-bhatara, jiwa suci leluhur, sejak dari sugi manek turun dan berada di tengah-tengah pratisentana sampai dengan Kuningan.
Penjor terpancang di muka rumah dengan megah dan indahnya. Ia adalah lambang pengayat ke Gunung Agung, penghormatan ke hadirat Ida Sanghyang Widhi. Janganlah penjor itu dibuat hanya sebagai hiasan semata-mata. Lebih-lebih pada hari raya Galungan, karena penjor adalah suatu lambang yang penuh arti. Pada penjor digantungkan hasil-hasil pertanian seperti: padi, jagung, kelapa, jajanan dan lain-lain, juga barang-barang sandang (secarik kain) dan uang. Ini mempunyai arti: Penggugah hati umat, sebagai momentum untuk membangunkan rasa pada manusia, bahwa segala yang pokok bagi hidupnya adalah anugrah Hyang Widhi. Semua yang kita pergunakan adalah karuniaNya, yang dilimpahkannya kepada kita semua karena cinta kasihNya. Marilah kita bersama hangayu bagia, menghaturkan rasa Parama suksma.
Kita bergembira dan bersukacita menerima anugrah-anugrah itu, baik yang berupa material yang diperlukan bagi kehidupan, maupun yang dilimpahkan berupa kekuatan iman dan kesucian batin. Dalam mewujudkan kegembiraan itu janganlah dibiasakan cara-cara yang keluar dan menyimpang dari kegembiraan yang berdasarkan jiwa keagamaan. Mewujudkan kegembiraan dengan judi, mabuk, atau pengumbaran indria dilarang agama. Bergembiralah dalam batas-batas kesusilaan (kesusilaan sosial dan kesusilaan agama) misalnya mengadakan pertunjukkan kesenian, malam sastra, mapepawosan, olahraga dan lain-lainnya. Hendaklah kita berani merombak kesalahan-kesalahan/ kekeliruan-kekeliruan drsta lama yang nyata-nyata tidak sesuai atau bertentangan dengan ajaran susila. Agama disesuaikan dengan desa, kala dan patra. Selanjutnya oleh umat Hindu di Bali dilakukan persernbahyangan bersama-sama ke semua tempat persembahyangan, misalnya: di sanggah/ pemerajan, di pura-pura seperti pura-pura Kahyangan Tiga dan lain-lainnya. Sedangkan oleh para spiritualis, Hari Raya Galungan ini dirayakan dengan dharana, dyana dan yoga semadhi.


Persembahan dihaturkan ke hadapan Ida Sanghyang Widhi dan kepada semua dewa-dewa dan dilakukan di sanggah parhyangan, di atas tempat tidur, di halaman, di lumbung, di dapur, di tugu (tumbal), di bangunan-bangunan rumah dan lain-lain.
Seterusnya di Kahyangan Tiga, di Pengulun Setra (Prajapati), kepada Dewi Laut (Samudera) Dewa Hutan (Wana Giri) di perabot-perabot / alat-alat rumah tangga dan sebagainya.
Widhi-widhananya untuk di Sanggah/ parhyangan ialah: Tumpeng penyajaan, wewakulan, canang raka, sedah woh, penek ajuman, kernbang payas serta wangi-wangian dan pesucian. Untuk di persembahyangan (piasan) dihaturkan tumpeng pengambean, jerimpen, pajegan serta dengan pelengkapnya. Lauk pauknya sesate babi dan daging goreng, daging itik atau ayarn, dibuat rawon dan sebagainya. Sesudah selesai menghaturkan upacara dan upakara tersebut kemudian kita menghaturkan segehan tandingan sebagaimana biasanya, untuk pelaba-pelaba kepada Sang Para Bhuta Galungan, sehingga karena gembiranya mereka lupa dengan kewajiban- kewajibannya mengganggu dan menggoda ketentraman batin manusia.
Demikianlah hendaknya Hari Raya Galungan berlaku dengan aman dan diliputi oleh suasana suci hening, mengsyukuri limpahan kemurahan Ida Sanghyang Widhi untuk keselamatan manusia dan seisi dunia. Pada hari Saniscara Keliwon Wuku Kuningan (hari raya atau Tumpek Kuningan), Ida Sanghyang Widhi para Dewa dan Pitara-pitara turun lagi ke dunia untuk melimpahkan karuniaNya berupa kebutuhan pokok tersebut.
Pada hari itu dibuat nasi kuning, lambang kemakmuran dan dihaturkan sesajen-sesajen sebagai tanda terimakasih dan suksmaning idep kita sebagai manusia (umat) menerima anugrah dari Hyang Widhi berupa bahan-bahan sandang dan pangan yang semuanya itu dilimpahkan oleh beliau kepada umatNya atas dasar cinta-kasihnya. Di dalam tebog atau selanggi yang berisi nasi kuning tersebut dipancangkan sebuah wayang-wayangan (malaekat) yang melimpahkan anugrah kemakmuran kepada kita semua.
Demikian secara singkat keterangan-keterangan dalam merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan dalam pelaksanaan dari segi batin.
Kesimpulan:
  • Dalam menyambut dan merayakan hari-hari raya itu, bergembiralah atas anugrah Hyang Widhi dalam batas-batas kesusilaan agama dan keprihatinan bangsa.
  • Terangkan hati, agar menjadi Çura, Dira dan Deraka (berani, kokoh dan kuat), dalam menghadapi hidup di dunia.
  • Hemat dan sederhanalah dalam mempergunakan biaya.
  • Terakhir dan bahkan yang terpenting ialah mohon anugrah Hyang Widhi dengan ketulusan hati.
Continue reading ...

Labels

aksesoris alat tangan Aplikasi Android aplikasi caliper aplikasi lathe worker aplikasi mesin bubut bahan kerja bahaya mesin bubut baja karbon bearing belajar mesin bubut belajar bubut belajar mesin bubut bengkel bubut besi cor cara download rekaman smule cara membubut cara mengecor logam carbide tungsten chuck rahang empat chuck rahang tiga cutting feed drat drat sumur bor foto job fungsi mesin bubut galungan gambar ulir games tukang bubut hari raya inchi jangka sorong jenis ulir jig job job bubut jual mesin bubut jual mesin kertas rumput jual mesin potong batu jual mesin potong pandan jual sok drat kartel kecepatan potong keselamatan knurling kuningan las-bubut maintenance mata bor membuat lubang membuat mesin bubut kayu membuat ulir membubut alur membubut eksentrik membubut lubang membubut rumah bearing membubut tirus membubut ulir' ulir segi tiga menbubut luar menghitung berat logam mesin batu candi mesin bor mesin bor frais mesin bubut mesin bubut bekas mesin bubut china mesin bubut kayu sederhana mesin frais mesin jigsaw mesin kertas rumput mesin lain mesin perkakas mesin potong batu Mesin potong batu candi mesin potong pandan mesin rajang pandan metode pencekam benda mesin bubut micrometer milimeter milling mobil esemka pahat bubut pahat bubut karbide pahat bubut lubang pahat potong paper shreder pemotongan mesin bubut pendingin pengecoran pengetahuan bahan pengukuran perawatan perlengkapan mesin bubut pipa produk produksi proyek rpm mesin bubut SMK snei dan tap springback tahun baru imlek tangga besi tehnik bubut tips tips and trick tips dan trik tumpek landep. tutorial tutorial mesin bubut tv online streaming ulir segi empat ulir segi tiga waktu membubut waktu pembubutan wanita dan mesin bubut women on lathe zubal

Yang Lagi Serius




 

Google+ Followers

About Me

Foto Saya

Bengkel NTK mengerjakan pekerjaan las dan bubut.
  • pagar
  • pintu
  • teralis
  • rolling door
  • dll

Produk  Lainnya

Pemesanan:

call/sms/WA   : 0812 4661 705
BBM               : 2a3a6c0f
email             : bengkel.ntk@gmail.com

Copyright © 2009-2016 Belajar Mesin Bubut Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Published..Blogger Templates Powered by Blogger