Cari di Blog Ini

Selasa, 29 November 2011

Pembubutan Kasar dan Pembubutan Finishing (Cara Menghasilkan Permukaan Bubutan yang Halus)

0 comments

Untuk meningkatkan efisiensi dalam bekerja  maka waktu adalah faktor yang sangat penting tidak terkecuali dalam proses pembubutan. Anda akan rugi banyak waktu jika untuk membubut permukaan yang masih jauh dari ukurannya, sudah menggunakan gerakann otomatis mesin bubut dengan feed per revolution yang lambat.
 Namun untuk suatu hasil yang memuaskan,finishing yang halus juga harus diperhatikan. Untuk itu kali ni saya akan membahas tentang pembubutan kasar dan finishing.

Pekerjaan kasar yang dimaksud adalah
pekerjaan pendahuluan dimana pemotongan atau
penyayatan benda kerja tidak diperlukan hasil yang
halus dan presisi, sehingga kecepatan pemakanannya
dapat dipilih angka yang besar dan selanjutnya masih
dilakukan pekerjaan penyelesaian (finising).
Pekerjaan ini dapat dilakukan dengan gerakan
otomatis ataupun gerakan manual, namun demikian
tidak boleh mengabaikan kemampuan pahat dan
kondisi benda kerja. Semakin tebal penyayatan
hendaknya semakin rendah putarannya untuk menjaga
umur pahat dan tidak terjadi beban lebih terhadap motor
penggeraknya.


Sedangkan pekerjaan penyelesaian yang
dimaksud adalah pekerjaan penyelesaian (finishing)
akhir yang memerlukan kehalusan dan kepresisian
ukuran tertentu, sehingga kecepatan pemakanannya
harus menggunakan angka yang kecil dan tentunya harus
menggunakan putaran mesin sesuai perhitungan atau
data dari table kecepatan potong.


Misalkan dalam gambar diatas kita diminta membubut halus benda tersebut sepanjang daerah yang berwarna hijau. Jika selisih D0 dan D1 cukup signifikan, msal D0=50mm dan D1=35mm, maka kita tidak perlu membubut halus dari awal. Kita bisa memakai cutting speed yang maksimal sampai diameternya mendekati diameter akhir,misalnya sampai diameter 35,5mm.
Setelah itu barulah kita selesaikan dengan finishing,membubut dengan pemakanan sedikit dan laju kecepatan pemakanan yang rendah sehingga hasilnya halus. Disamping itu bentuk pahat bubut juga sangat menentukan hasil pembubutan.

Jadi Tips untuk menghasilkan bubutan yang halus adalah
  1. kurangi kecepatan pemakanan. semakin lambat makannya ,semakin halus hasilnya...
  2. buatlah radius atau bulatan kecil(nose) pada pahat bubut, sebelumnya sudah dibahas disini.
membuat nose

bentuk nose(radius)
pemakaian

        3.Pastikan kodisi mesin tidak bermasalah, cek kelonggaran slide eretan melintang maupun atas. selain itu,kondisi bearing headstock juga mempengaruhi hasil bubutan.

      Selanjutnya jika ada yang ingin menambahkan saya persilahkan....


Continue reading ...

Senin, 28 November 2011

Pengaruh Bahan dan Pahat Bubut Terhadap Kecepatan Potong

0 comments
 Berhubung ada rekan yang menanyakan cara menghasilkan pembubutan yang halus maka saya akan memposting secara bertahap tentang hal-hal yang mempengaruhi hasil pembubutan. Untuk kali ini akan kita bahas tentang kecepatan potong dan hubungannya dengan material yang dibubut,pahat bubut dan besarnya pemakanan.

Kecepatan Pemotongan  (Cutting Speed) dari suatu material adalah jumlah ideal pemotongan dalam satuan Kaki-per Menit atau milimeter per menit. "Ideal" mengasumsikan kecepatan potong pahat bubutb yang tajam dan pendingin yang cukup. Penyesuaian perlu dibuat untuk keadaan yang kurang dari kondisi pemotongan yang ideal. Bahan yang berbeda (High-Carbon/Low-Carbon Baja, aluminums, Berbagai jenis Plastik) juga membutuhkan  Kecepatan Pemotongan yang berbeda dan dapat dibubut/dipotong pada tingkat yang berbeda. Selain itu, beberapa alat atau proses (seperti penguliran, knurling, atau memotong, perlu bekerja pada kecepatan lebih lambat dari kecepatan potong yang ditentukan.

Tingkat pemakanan mesin Bubut mengacu pada seberapa cepat pahat mesin bubut  harus bergerak melalui bahan yang dipotong. Ini dihitung menggunakan Feed Per Revolusi untuk material tertentu. Alat bubut umumnya hanya memiliki satu sisi potong, sehingga dalam kebanyakan kasus, mungkin berbeda dengan perhitungan di mesin bor atau frais yang dihitung feed per teeth,atau pemakanan per gigi.
Besarnya angka pemakanan akan menurun dengan alat tumpul, kurangnya pendingin / pelumas, atau penyayatan yang lebih dalam.

Diameter mengacu pada diameter apa pun yang berputar: Spindel mesin bubut atau dalam hal mesin bor dan miling,diameter yang dimaksud adalah mata bor atau pisau milling. Sebagai acuan umum diameter yang lebih besar akan menggunakan RPM lebih lambat.

RPM (Revolutions Per-Menit) adalah kecepatan mengubah apa pun yang berputar: Pada mesin bubut ini adalah putaran benda kerja. Pada Mill atau Bor itu adalah putaran alat potong. Menggunakan Kecepatan Pemotongan dan Diameter, kita dapat menghitung RPM seperti yang ditunjukkan tabel pada halaman ini.

Saat menghitung kecepatan spindle (RPM), bulatkan ke bawah ke pilihan kecepatan yang lebih lambat yang ditawarkan oleh tabel mesin bubut / Milling  / Bor.
Operasi seperti Threading, Knurling, atau pemotongan, memerlukan kecepatan jauh lebih lambat (umumnya 1 / 3 sampai 1 / 4 RPM.

Link


Keterangan
* Variasi Kecepatan potong & pemakanan per putaran akan ada dengan paduan yang berbeda, prosedur, alat & penyelesaian akhir yang diinginkan. Feed-Per-Revolusi juga dipengaruhi oleh ukuran alat bubut-, serta kedalaman potong. Kecepatan potong saat pembubutan plastik akan sangat bervariasi tergantung pada jenis plastik.

Carbon steel     = baja umum
High speed tool = pahat bubut HSS
Carbide tool      = pahat bubut carbide
cutting speed     = kecepatan potong
feed/rev            = feeding per revolution (pemakanan per putaran)

Tips:
Tabel diatas adalah perkiraan rata-rata dari kecepatan potong pahat bubut berdasarkan jenis bahan yang dibubut dan jenis pahat bubut.
Untuk menghasilkan penyelesaian akhir yang halus,pilihlah pahat yang sesuai dengan material yang dibubut.
Gunakan pendingin yang sesuai dengan bahan yang dibubut.

Semoga bermanfaat....
Continue reading ...

Selasa, 22 November 2011

Tips Agar Mata Bor Awet

0 comments
Menggunakan mata bor,baik saat mengebor di mesin bor bangku,bor fris,mengebor di mesin bubut atau bahkan di bor radial sekalipun perlu memperhatikan hal-hal prinsip yang sering kita anggap hanya teori belaka sampai kita tahu bahwa itu adalah tips yang sangat berguna memperlancar pekerjaan kita.
mata bor


Tips untuk pemula

Agar mata bor tidak cepat rusak ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
  • Putaran Mesin (RPM).  Semakin besar diameter mata bor,semakin lambat seharusnya putaran mesin,begitu juga sebaliknya...
  • Material yang di Bor. Semakin keras bahan yang dikerjakan,semakin lambat putaran mesin yang dianjurkan. Jika mengebor kayu dengan mata bor 5mm,misalnya, mungkin kita bisa pakai 800-1000RPM, tapi jika yang kita bor itu stainless steel,dengan kecepatan tersebut mungkin sudah mengeluarkan api.... :D
  • Pengasahan (penggerindaan). Kesalahan membentuk sisi potong yang baik akan menimbulkan kerusakan. Merasa cepat tumpul,terasa bahannya keras,lubang yang tidak bagus,cepat panas dan lain-lain. Periksa kembali apakah hasil asahan anda sudah tepat.
bor tumpul dan tajam
  • Pendinginan. Tidak bisa disepelekan, untuk pekerjaan yang cukup banyak mata bor juga memerlukan proses pendinginan. Setiap material memiliki jenis pendinginan yang berbeda. Tentang hal ini akan kita bahas lebih lanjut pada kesempatan berikutnya.
Itulah beberapa tips untuk membuat agar mata bor kita awet dan tidak cepat tumpul atau rusak. Jika ada yang mau menambahkan, bisa menggunakan form komentar atau widget ulasan blog dibawah....
Continue reading ...

Minggu, 13 November 2011

Mesin - Mesin Bubut Tua yang Pernah Saya Operasikan

0 comments

Setelah lulus STM tahun 1994,bos bengkel tempat saya magang mengajak saya bergabung bekerja di tempatnya. Saya bahkan belum terima ijazah waktu itu,tapi karena sudah nganggur ya saya terima saja tawarannya. Sewaktu magang,saya ingin sekali mengoperasikan mesin bubut tua yang biasa dipakai si bos ini. Ya,mesin ini kebanggaanya. Katanya pemberian mantan bosnya dulu.
Mesin ini adalah mesin bubut Zubal. Gambarnya saya ambil dari group Lathe saya di Flickr. Persis seperti punya bos saya,sekarang mantan bos saya,hehe...
Setelah dipercaya,akhirnya saya pun bisa "menguasai" si Zubal ini. Awalnya saya pikir buatan Jerman,belakangan saya tahu Spanyol. Mantab. Bednya kokoh dan awet. Eretan atas dan melintangnya masih normal walaupun ketika saya pegang umur mesin ini sudah kepala empat!
Tentu saja poros transportir,otomatis ulirnya sudah tidak presisi lagi. Dan yang paling parah adalah gigi-gigi pengatur ukuran dratnya,semua sudah berisik bila tuas penhubung dimasukkan.
Tapi bila tidak menjalankan otomatis,mesin ini sangat sepi. Masih menggunakan vully bertingkat untuk perubahan speed. Motornya akan terangkat dan tali mengendur begitu pintunya dibuka. Praktis.

Spindelnya pun masih menggunakan model kedua, yang berupa poros kones(tirus) dengan mur pengunci. Proses bongkar pasang chuck pun sangat cepat,saking cepatnya sampai malas memesang balok pengaman dan sekali waktu jari saya tergencet chuck rahang empat,...;(

Pokonya saya suka mesin ini bahkan igin memiliki yang seperti ini. Jika diantara anda ada yang memiliki mesin bbubut zubal tipe apapun,tolong komentarnya ya...

Zubal Machine Lathe
Zubal,seperti yang pernah saya pakai

Specifications
SECOND HAND LATHE ZUBAL

Manufacturer: ZUBAL
Distance between centres (mm): 1.000
Swing admitted over bed (mm): 360
Swing admitted over neckline (mm): 460
Swing admitte over carriage (mm): 320
Centre height (mm): 180
Bed width (mm): 260
Main spindle bore (mm): 30
Chuck (mm): 160
Continue reading ...

Kamis, 10 November 2011

Membuat Mesin Bubut Kayu Sederhana (Bagian 2)

7 comments

Ketika mencantumkan minat terhadap mesin bubut di stumbleupon, saya mendapat link ke sebuah artikel yang sangat menarik. Sebuah artikel yang aslinya milik sebuah forum pembuat instrumen musik yang berisi tentang pembuatan mesin bubut kayu. Memang secara prinsip tidak berbeda dengan yang saya post disini, tapi secara estetika penggunaan bahan ini sangat bagus,sehingga saya ingi membaginya disini.


mesin bubut kayu
Gambar diatas menunjukkan konstruksi mesin bubut kayu yang cukup sederhana. Praktis dengan tiang balok seukuran 2 kali 6 inchi. Tidak berbentuk meja,namun alasnya dibuat kebelakang untuk membagi beban dari atas. Tentu ada kelemahannya,karena tidak terbagi merata maka getarannya masih akan terasa besar,terbukti denga ditambahkannya beban pemberat dibawah bednya.

frame
Gambar diatas menunjukkan detil bahan kerangka mesin bubut kayunya. Lengkap dengan dimensi dan model sambungan yang dipergunakan. Pillow blocknya ditancapkan pada permukaan atas dari tiangnya dengan baut 3/8",ini perlu lebih diperhatikan kekuatannya mengingat tugasnya cukup berat yaitu menahan beban tenaga dari motor dan chuck.



kepala lepas


Kontruksi gambar kepala lepas/tailstock diatas menurut saya sangat sempurna,kedua bantalan mur yang akan memegang ram tailstock dipegang kuat satu sama lain. Ini sangat kokoh.
Mur paling luar,tempat ditempelkannya handel,di bor tembus dengan as ulirnya. Mur yang di bagian dalamnya adalah kontra mur,pengunci saat tekanan senternya sudah cukup.




landasan pahat
Gambar diatas adalah penyangga pahat bubut. lubang/alur ditengah plat tersebut berfungsi untuk pentesuaian jarak pahat terhadap diameter benda kerja. Karena inni berbahan kayu,yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menanam baut ke kayu dengan kuat,dan gunakannlareng yang cukup lebar pada baut pengunci pad. Dan satu hal lagi,tinggi landasan pahat harus sejajar dengan as/pusat benda keerja.


mesin bubut kayu2
Itulah sedikit review saya tentang mesin bubut kayu buatan  Musical Instrument Makers Forum.
Semoga memuaskan teman-teman yang masih,sering terdampar disini dengan kata kunci mesin bubut kayu,membuat pahat bubut kayu,atau membuat mesin bubut kayu.

Continue reading ...

Minggu, 06 November 2011

Cara Menghitung Berat Material Bubut (Pengetahuan Bahan)

1 comments
roundbar stainless steel

Dalam proses perbaikan suatu part mesin yang memerlukan pergantian suatu bagian/komponennya tentu kita akan membeli bahan untuk dikerjakan. Untuk melakukan efisiensi terhadap bahan-bahan yang harganya cukup mahal,seperti kuningan,bronze atau stainless steel ada baiknya kita membeli secukupnya. Biasanya ada yang menjual secara eceran secara ditimbang,misalnya as/round bar kuningan seharga 175/kilogram.
Jika kita tahu panjang dan diameter benda kerja yang kita butuhkan maka kita bisa menghitung uang yang harus kita siapkan,tapi bagaimana mengkonversi ukuran dimensi menjadi berat? Misal kita harus cari as 25mm sepanjang 50mm. Itu berapa kilogram ya?
Kita hanya perlu mengalikan volume benda tersebut dengan berat jenis dari bahan tersebut. Mungkin kita ingat pelajaran SMP kelas 2 atu 3 yang membahas berat jenis suatu benda,saya juga sudah lupa tuh.....

Untuk itu kita perlu mencatat berat jenis bahan yang umum kita olah di mesin bubut,diantaranya seperti berikut:
  • besi                          =7,9
  • kuningan                   =8,4
  • stainless steel            =8
  • aluminium                 =2,7
Selanjutnya,tinggal hitung volume,= luas penampang x tinggi/panjang, misalnya as kuningan, maka luas penampangnya adalah 3,14 x jari-jari x jari-jari (kan bentuknya lingkaran...) x panjangnya dan dikalikan lagi berat jenisnya dan dibagi sejuta, untuk mendapatkan berat bahan tersebut dalam satuan kilogram.
Contoh,bahan kuningan diameter 25mm sepanjang 50mm, maka beratnya adalah
= 3,14 x 12,5 x 12,5 x 50 x 8,4 :1000000
= 0,2 kg
Nah,bisa ditentukan berapa duit yang harus disiapin,misal sekilo kuningan harganya 175.000 maka kita akan keluar uang 36 ribuan.
Sekarang beli dan kerjakan!


roundbar  besi

Continue reading ...

Selasa, 01 November 2011

Jenis-Jenis Pahat Bubut

15 comments
Beragam bentuk benda kerja yang ingin kita buat di mesin bubut menuntut kita untuk mempersiapkan bentuk-bentuk pahat bubut yang umum dipakai. Gambar berikut menjelaskan bentuk pahat bubut dan bentuk benda kerja yang di hasilkan. Bagian pahat yang bertanda bintang adalah pahat kanan,artinya melakukan pemakanan dari kanan ke kiri.


jenis-jenis pahat bubut
macam-macam bentuk pahat bubut
*gambar dari McMaster-Carr catalogue


Berdasarkan bentuknya,pahat bubut diatas dari kiri ke kanan adalah:

  1. pahat sisi kanan
  2. pahat pinggul/champer kanan
  3. pahat sisi/permukaan kanan
  4. pahat sisi/permukaan kanan(lebih besar)
  5. pahat ulir segitiga kanan
  6. pahat alur
  7. pahat alur segitiga(kanan kiri)
  8. paht ulir segitiga kiri
  9. pahat sisi kiri
  10. pahat pinggul kiri
  11. pahat alur lebar
  12. selain diagram tersebut,kita sudah membahas pahat potong/pahat alur disini, dan juga pahat bubut dalam disini

Berdasarkan bahan pembuatnya, ada dua macam pahat bubut yang umum dipakai,yakni pahat HSS dan carbide/tungsten carbide.


Pahat High Speed Steel (HSS)

Dalam Bahasa Indonesia bisa jadi baja berkecepatan tinggi. Tapi apa sih sebenarnya HSS itu? Menurut Wiki,
High speed steel (HSS or HS) is a subset of tool steels, usually used in tool bits and cutting tools. It is often used in power saw blades and drill bits. It is superior to the older high carbon steel tools used extensively through the 1940s in that it can withstand higher temperatures without losing its temper (hardness). This property allows HSS to cut faster than high carbon steel, hence the name high speed steel. At room temperature, in their generally recommended heat treatment, HSS grades generally display high hardness (above HRC60) and a high abrasion resistance (generally linked to tungsten content often used in HSS) compared to common carbon and tool steels.
The main use of high speed steels continues to be in the manufacture of various cutting tools: drills, taps, milling cutters, tool bits, gear cutters, saw blades, etc., although usage for punches and dies is increasing.
High speed steels also found a market in fine hand tools where their relatively good toughness at high hardness, coupled with high abrasion resistance and fine, made them suitable for low speed applications requiring a durable keen (sharp) edge, such as files, chisels, hand plane blades, and high quality kitchen, pocket knives, and swords.
Jadi HSS bukan hanya digunakan memotong besi,tapi juga kayu , bahkan bagus juga untuk pisau dapur. Selengkapnya bisa dilihat di wikipedia.


Pahat HSS


Pahat Carbide

Menurut Wiki lagi....
 Tungsten carbide (WC) is an inorganic chemical compound containing equal parts of tungsten and carbon atoms. Colloquially, tungsten carbide is often simply called carbide. In its most basic form, it is a fine gray powder, but it can be pressed and formed into shapes for use in industrial machinery, tools, abrasives, as well as jewelry. Tungsten carbide is approximately three times stiffer than steel, with a Young's modulus of approximately 550 GPa, and is much denser than steel or titanium. It is comparable with corundum (α-Al2O3) or sapphire in hardness and can only be polished and finished with abrasives of superior hardness such as silicon carbide, cubic boron nitride and diamond amongst others, in the form of powder, wheels, and compounds.
Jadi Jenis pahat ini dibuat dengan campuran bahan kimia antara lain tungsten dan karbon,tergantung sifat bahan yang dikehendaki. Kadang juga memakai methanol,hydrofluoric acid/nitric acid (HF/HNO3),dll. Rumit sangat....... :D
Bisa juga lihat cara membuatnya disini.
Tungsten carbide bit ini kemudian dicetak dengan beragam bentuk pahat bubut. Ada yang dibuat dengan lubang di tengahnya untuk baut pengunci ke holder/pegangannya,sepert gambar di bawah ini.
pahat carbide dan holdernya
pahat tungsten carbide dan holdernya
dijual juga di indonetwork

Namun yang banyak dan gampang dijumpai dipasaran disini adalah yang tidak memakai holder sehingga dalam aplikasinya kita mengelas bit ini ke tangkainya dengan kawat kuningan.
las pahat (7)
pahat carbide yang dilas dgn gagang
Namun begitu banyak juga toko perkakas online dari Inggris yang menjual pahat carbide yang sudah di las seperti gambar berikut ini.
Pahat Tungsten Carbide
pahat tungsten carbide dengan gagang di las,dijual di www.axminster.co.uk/


Continue reading ...

Labels

aksesoris alat tangan bahan kerja bahaya mesin bubut baja karbon bearing belajar bubut bengkel bubut besi cor cara download rekaman smule cara membubut cara mengecor logam carbide tungsten chuck rahang empat chuck rahang tiga cutting feed drat drat sumur bor foto job fungsi mesin bubut galungan gambar ulir hari raya inchi jangka sorong jenis ulir jig job job bubut jual mesin bubut jual mesin kertas rumput jual mesin potong batu jual mesin potong pandan jual sok drat kartel kecepatan potong keselamatan knurling kuningan las-bubut maintenance mata bor membuat lubang membuat mesin bubut kayu membuat ulir membubut alur membubut eksentrik membubut lubang membubut rumah bearing membubut tirus membubut ulir' ulir segi tiga menbubut luar menghitung berat logam mesin batu candi mesin bor mesin bor frais mesin bubut mesin bubut bekas mesin bubut china mesin bubut kayu sederhana mesin frais mesin jigsaw mesin kertas rumput mesin lain mesin perkakas mesin potong batu Mesin potong batu candi mesin potong pandan mesin rajang pandan metode pencekam benda mesin bubut micrometer milimeter milling mobil esemka pahat bubut pahat bubut karbide pahat bubut lubang pahat potong paper shreder pemotongan mesin bubut pendingin pengecoran pengetahuan bahan pengukuran perawatan perlengkapan mesin bubut pipa produk produksi proyek rpm mesin bubut SMK snei dan tap springback tahun baru imlek tangga besi tehnik bubut tips tips and trick tips dan trik tumpek landep. tutorial tutorial mesin bubut tv online streaming ulir segi empat ulir segi tiga waktu membubut waktu pembubutan wanita dan mesin bubut women on lathe zubal

Yang Lagi Serius




 

Google+ Followers

About Me

Foto Saya

Bengkel NTK mengerjakan pekerjaan las dan bubut.
  • pagar
  • pintu
  • teralis
  • rolling door
  • dll

Produk  Lainnya

Pemesanan:

call/sms/WA   : 0812 4661 705
BBM               : 2a3a6c0f
email             : bengkel.ntk@gmail.com

Copyright © 2009-2016 Belajar Mesin Bubut Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Published..Blogger Templates Powered by Blogger