++ June 2011 - Belajar Mesin Bubut

Cari di Blog Ini

Tuesday, June 28, 2011

Jig,Alat Bantu Yang Sangat Berguna dalam Membubut

0 comments
Cara Menggunakan sebuah Jig

Jig adalah suatu peralatan bantuan untuk memudahkan proses permesinan. Umumnya, jig digunakan ketika bagian benda kerja memiliki bentuk yang kompleks, atau ketika benda kerja itu tidak bisa dicekam pada pencekam standar di mesin bubut atua ketika kita membuat suatu bentuk yang sama dalam jumlah yang banyak.
Gambar 1 Bagian Contoh, menggunakan Jigs

Gambar 1 menunjukkan contoh-contoh khas yang dibuat dengan menggunakan jig, seperti pelat tipis,benda dengan bentuk yang sama dan benda yang benar-benar sulit dicekam.

Prosedur Pembuatan Pelat Tipis

Sekarang misalnya kita ingin membuat pelat tipis, yang memiliki 28 mm diameter luar, 2 mm ketebalan dan 6 mm lubang berdiameter di pusat. Pelat tipis tidak dapat dicekam di mesin bubut. Oleh karena itu kita menyiapkan jig sederhana seperti ditunjukkan pada Gambar 2 (a).

Gambar2(a)

Gambar2(b)
Gambar2(c)
Gambar2(d)
Gambar2(e)

(a) Jig
Titik jig ini memiliki 6 mm diameter luar, 3.5 mm panjang dan drat luar M4.

(b) benda kerja
Aluminium piring dengan 2 mm ketebalan dibor 6 mm lubang. Dan tepi mereka dipotong kasar.

(c) Penyetelan di mesin bubut
Pelat dipasang pada jig, dan pahat bubut luar disiapkan.

(d) pembubutan
Pelat dipotong dengan pahat sisi sedikit demi sedikit,sampai bentuknya yang tadi potongan kasaran menjadi lingkaran.

(e) Pelat Selesai
Pelat selesai. jig sederhana ini sangat berguna untuk pengolahan.


Jig Untuk Membubut Lubang

Sekarang, kita akan membuat lubang pada sebuah papan. Lubang ini digunakan untuk rumah bearing, maka diperlukan suatu ketelitian tinggi. Dalam kasus tersebut, papan itu tidak dapat diatur untuk dicekam di chuck tiga rahang umum. Bor dapat digunakan untuk pembuatan lubang, tapi lubang pengeboran tidak memiliki akurasi. Kemudian kita persiapkan jig sederhana seperti ditunjukkan pada Gambar 3 (a). Seperti ditunjukkan dalam Gambar 3 (b), papan dibor untuk membuat lubang baut ke jig, dan papan diatur ke jig tersebut. Selanjutnya, jig diatur ke mesin bubut, dan lubang akurat untuk bantalan dibuat dengan pahat bubut dalam.

Gambar3(a)
 
Gambar3(b)

Continue reading ...

Tuesday, June 21, 2011

Tutorial Mesin Bubut 6 : Membubut Alur dan Menggunakan Pahat Potong

4 comments
Setelah memahami tehnik dalam membubut membubut luar dan membuat lubang di tutorial sebelumnya, sekarang kita akan melangkah mempelajari cara memotong benda kerja dengan mesin bubut dan cara membubut alur atau menggunakan sebuah pahat potong dalam suatu pengerjaan benda kerja dengan menggunakan mesin bubut.


pahat potong
Gbr.1 pahat potong
Pahat potong atau sering disebut pahat alur adalah salah satu alat potong yang sangat penting dalam pekerjaan di mesin bubut.
Secara umum pahat potong menyayat benda kerja secara vertikal terhadap sumbu spindel,dan arah pemakanannya hanya maju. Prinsipnya,pahat ini tidak boleh menyayat ke samping seperti pahat sisi,karena penampangnya yang begitu tipis sehinng mudah patah.

Disamping itu,dalam penggunaan pahat potong,keecepatan putaran mesin dan kecepatan pemakanan harus lebih rendah dari membubut biasa.Dan kedalaman penyayatan juga harus lebih rendah/tipis dari menggunakan pahat sisi serta memberi cairan pendingin selama proses pemotongan.
Penyetelan Pahat
 Penyetelan Pahat Bubut Potong
Gbr.2 Penyetelan Pahat Bubut Potong
Pahat potong harus terpasang tegak lurus terhadap sumbu benda kerja agar sisi potongnya menyayat sempurna,karena jika miring seperti Gbr.2(b) maka yang bukan sisi potong juga akan bergesekan dengan material sehingga pahat mudah patah.
Ketika pahat potong ditetapkan lebih tinggi dari pusat material seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2 (c), sisi potongnya tidak menyentuh materi. Alat pemotong harus diatur untuk sedikit lebih rendah dari pusat, sama halnya dengan menyetel pahat bubut samping. Tentu saja, aturan mendasar adalah bahwa ketinggian harus sama dari pusat material.
Membubut Sebuah Alur/Slot O-ring
O-ring merupakan salah satu perangkat segel,sealent atau penyekat dan digunakan dalam banyak mesin yang berhubungan dengan gas atau cairan.
 Penempatan O-ring
Gbr.3 Penempatan O-ring
O-ring diinstal ke slot seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3. O-ring bisa dipasang di permukaan luar seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3 (a),bisa dipermukaan sisi seperti Gbr(b), atau di diameter dalam lubang seperti gambar(c).Alur atau slot dapat dibuat dengan mudah menggunakan alat pahat potong.

Gambar 4 dan 5 menunjukkan contoh menggunakan O-ring.
O-ring Luar
Gbr4.O-ring Luar
O-ring Muka
Gbr5.O-ring Muka
Membuat alur o-ring seperti gambar di atas bukanlah hal yang sulit. Namun yang tersulit dari posisi o-ring adalah yang ditunjukkan oleh Gbr3.(c). Apalagi kalau diameternya kecil,akan sangat sulit dan diameter alur yang kita hasilkan juga tidak presisi. Membuat alur di lubang seperti ini,kita akan memakai pahat alur lubang seperti gambar 6.
pahat dalam
Gbr.6 Pahat Alur Dalam






Continue reading ...

Tutorial Mesin Bubut 5 : Membubut Diameter Dalam (Lubang)

3 comments

Setelah memahami tehnik dalam membubut yang paling dasar di tutorial sebelumnya, sekarang kita akan melangkah mempelajari cara membuat lubang dengan mesin bubut atau cara membubut diameter dalam suatu benda kerja dengan menggunakan mesin bubut.

mengebor

Membuat lubang dengan mesin bubut bisa dilakukan dengan menggunakan mata bor yang dipasang pada chucknya dan disetel pada kepala lepas mesin bubut. Ini sama mudahnya dengan kita mengebor dengan menggunakan mesin bor bangku,cuma saja prinsipnya terbalik. Kalau mesin bor mata bornya yang berputar, maka di mesin bubut benda kerjanya yang berputar dan mata bornya tidak.


Namun besarnya lubang yang bisa dibuat tentunya hanya yang sesuai dengan mata bor yang kita punya /pakai. Bagaimana kalau kita ingin membuat suatu diameter lubang yang tidak ada yang sama dengan mata bor? Maka kita akan memakai pahat bubut lubang.



Penyetelannya hampir sama dengan pahat bubut muka. Sesuaikan panjangnya dengan kedalaman lubang yang kita butuhkan. Memang membubut lubang lebih sulit dibandingkan membubut luar. Hal ini dikarenakan

  • pahat akan bergetar karena lengannya yang menonjol
  • kita tidak bisa melihat mata pahat seperti membubut luar (maka disini kita mengandalkan suara yang dihasilkan untuk menganalisa proses)
  • tatal(sisa pemakanan) akan mengganggu proses pemakanan pahat itu sendiri, maka secara berkala tatalnya harus dibuang saat mengembalikan pahat ke posisi awal

membbubut lubang

Itulah prinsip dari proses pembubutan dalam atau membubut lubang suatu benda kerja. Dalam aplikasi nyatanya, tingkat kesulitan akan ditentukan oleh hal-hal berikut:


  • besar kecilnya lubang, membubut diameter 12.5 tentu akan lebih sulit dibanding 50.5
  • tingkat kekerasan bahan
  • tingkat keteletian
  • kedalaman lubang
Continue reading ...

Tuesday, June 7, 2011

Tutorial Mesin Bubut 4 : Membubut Diameter Luar dan Muka

0 comments

Pada contoh pelajaran membubut pertama ini, kita akan menggunakan Pahat bubut umum untuk Bubut, yang digunakan untuk proses pembubutan permukaan luar dan tepi dari sebuah benda kerja,seperti berikut.

pahat-bubut-luar
gambar 1. Pahat Luar
Gambar 1 menunjukkan alat pemotong umum untuk proses bubut. Alat ini memiliki tepi di sisi kiri alat. Hal ini digunakan untuk memotong permukaan luar dan tepi rata di bagian muka material.

Pada saat penyetelan awal pahat...

Alat ini harus untuk menyesuaikan ketinggian yang sesuai. Itu adalah pengetahuan umum dari mesin bubut. Juga ujung alat potong harus menyentuh ke materi dengan benar. Ketika alat ini ditetapkan, kita harus menyesuaikan penyayatan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.

gambar 2. Penyetelan Penyayatan

Proses Permukaan Luar dan Permukaan Sisi Muka

gambar 3. Metode pemakanan



Ada dua jenis metode penyayatan yang dapat dilakukan pahat bubut luar seperti ini.

Alat ini dapat memotong permukaan luar bahan seperti ditunjukkan pada Gambar 3 (a). Alat ini digerakkan dari kanan ke kiri.

Alat ini juga memotong permukaan tepi rata materi seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3 (b). alat ini digerakkan lurus ke arah pusat diameter benda kerja.

Contohnya bisa dilihat di gambar di bawah ini.

gambar 3(a)

gambar 3(b)
Inilah proses pembubutan permukaan luar dan sisi dari sebuah benda kerja berbentuk silender. Ini adalah operasi yang paling mendasar dari mesin bubut. Semoga bermanfaat.....
Continue reading ...

Tutorial Mesin Bubut 3 : Prinsip Pahat Dan Perpahatan

0 comments
Dalam produksi adalah penting bahwa pekerjaan dilakukan sesingkat
mungkin. Waktu yang dihabiskan dalam produksi adalah : waktu
penyetelan, penanganan benda kerja, penanganan mesin, dan waktu
pemotongan.

Waktu penyetelan dapat dikurangi dengan menyiapkan semua pahat yang
diperlukan dalam kondisinya dan siap dipakai.

 Waktu penanganan benda kerja yaitu waktu yang dipakai dalam
memasang atau melepaskan benda kerja. Hal ini sangat tergantung kepada
piranti pemegang benda kerja.
 Untuk pekerjaan as yang panjang maka waktu ini
dikurangi dengan menggunakan clow atau steady rest.

Waktu penanganan mesin adalah waktu yang diperlukan dalam memasang
masing-masing perkakas pada tempatnya. Bisa dikurangi dengan
menempatkan perkakas pada posisi dan urutan yang benar sehingga
memudahkan penggunaannya atau dengan melakukan pemotongan kombinasi, jika memungkinkan.
Waktu potong untuk suatu operasi dikendalikan oleh penggunaan yang
benar atas perkakas potong, kecepatan dan hantaran/feeding. Pemotongan
kombinasi bisa menghemat waktu potong

 Alat Potong untuk Bubut (pahat bubut)

Ada beberapa jenis dari alat potong untuk mesin bubut. Kita harus memilih mereka
dengan bahan dan bentuk bagian. Tiga alat potong khas
diperkenalkan berikut. Kemudian kita mempertimbangkan apa yang
disebut  proses yang mudah atau proses sulit.

 Bentuk Cutting Tools (pahat) Khas




 Gbr.5,  Cutting Tools(Pahat Bubut) Khas

Gambar 5 (a) menunjukkan alat potong paling mudah digunakan, disebut
pahat samping. Hal ini dapat digunakan untuk memotong permukaan luar
dan permukaan tepi. Karena materi yang ditetapkan berada di sebelah
kanan bubut, maka alat ini hanya bisa memotong dari kanan material.

Alat potong yang ditunjukkan pada Gambar 5 (b) digunakan pada
pemotongann dan proses grooving atau pembubutan alur. Sisi potongnya langsing, maka
itu adalah terlalu lemah/mudah patah. Jangan menggerakkan ke sampig terlalu kuat untuk alat ini.
 Alat ini harus memotong ke  arah vertikal saja.

Alat potong yang ditunjukkan pada Gambar 5 (c) disebut pahat lobang
atau bubut dalam. Hal ini digunakan untuk memotong pada permukaan
dalam. Hal ini dapat membuat lubang besar, yang tidak bisa diproses
oleh pengeboran, dan sebuah lubang yang akurat .

Proses Mudah dan Proses Sulit


Gbr.6, Proses Pengolahan Mudah dan Proses Pengolahan Hard


Alat pemotongan umum, ditunjukkan pada Gambar 5 (a) adalah hal
yang  paling mudah. Kemudian bentuk yang bisa dibuat hanya
menggunakan alat pemotong umum, adalah proses yang memiliki pengolahan
mudah sepertin ditunjukkan gambar 6(a).

Dalam kasus pemotongan atau pembuatan alur, proses ini menjadi sulit
dengan penurunan lebar yang banyak, dan peningkatan kedalaman.

Dalam kasus penggunaan pahat bubut dalam, proses lubang tembus tidak
begitu sulit. Tetapi proses membububut lobang tidak  tembus agak sulit. Karena
kita tidak bisa melihat permukaan  dalam selama proses. Dalam
kasus tersebut, kita memutuskan lokasi alat dengan suara atau skala
bubut. Selain itu, proses lubang kecil (kurang dari 10 mm) atau
kedalaman lubang terlalu dalam juga akan sulit.

Tentu saja, tidak mungkin ada bentuk seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 6 (c). Dalam hal demikian, bagian tersebut harus dibagi atau
memiliki cetakan.

Mendengar Suara

Dalam kasus proses bubut, ketajaman diketahui dari potongan-potongan
bahan atau permukaan pengolahan,halus atau kasar. Selain itu, juga
penting untuk mendengar suara. Sebagai contoh, ketika suara terlalu
tinggi, pengolahan tidak cocok. Hal ini disebabkan oleh sisi potong yang buruk dari pahat, terlalu tinggi kecepatan putar dari mesin bubut, atau bergetarnya  suatu materi tipis

Penyetelan Pahat





Gbr7. Menyetel Ketinggian Pahat

Agar permukaan benda kerja bisa terpangkas dengan baik dan menyeluruh
maka pahat harus disetel agar ujungnya sama tinggi dengan pusat
material. Jika kurang maka bisa ditanbahkan plat tipis di bawah pahat.

Jika pahat lebih tinggi maka ujung pahat tidak akan menyentuh
 benda kerja,jadi tidak bisa membubut. Namun jika lebih rendah
tidak akan menghasilkan potongan yang baik karena akan tertarik oleh
putaran material.

Walaupun demikian pada kenyataannya sangatlah sulit menyetel agar ujung
pahat benar-benar setinggi  pusat benda kerja.
Kuncinya adalah untuk pembubutan luar,biarkan sedikit lebih rendah dan
untuk pahat bubut dalam sedikit lebih tinggi.




Using a Side Tool
.

Continue reading ...
 

About Me

My Photo

Bengkel NTK mengerjakan pekerjaan las dan bubut.
  • pagar
  • pintu
  • teralis
  • rolling door
  • dll

Produk  Lainnya

Pemesanan:

call/sms/WA   : 0812 4661 705
BBM               : 2a3a6c0f
email             : bengkel.ntk@gmail.com

Lencana Facebook

FB Page Admin

Copyright © 2009-2018 Belajar Mesin Bubut Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Published..Blogger Templates Powered by Blogger