Cari di Blog Ini

Memuat...

Minggu, 02 Agustus 2015

Waktu Yang Dipergunakan Dalam Proses Pembubutan

0 comments


Kali ini kita kembali ke tutorial dasar mesin bubut untuk pemula,dan yang kita bicarakan adalah waktu dalam sebuah proses pembubutan benda kerja di sebuah mesin bubut konvensional. Kira2 untuk satu benda kerja,berapakah waktu yang kita butuhkan sampai selesai??? Sebelum kita bicarakan jumlahnya,lebih baik kita ketahui jenisnya dulu.
Waktu yang diperlukan untuk menghasilkan jumlah tertentu barang bubutan adalah waktu setup awal dan waktu selama siklus pembubutan untuk setiap bagian. Selanjutnya disebut Cycle Time.
Waktu siklus ini dapat dibagi menjadi empat bagian:

1.Waktu bongkar/pasang -
Waktu yang diperlukan untuk memuat benda kerja ke mesin bubut dan penyetelan dengan aman, serta waktu untuk membongkar benda kerja setelah selesai. Waktu ini dapat bergantung pada ukuran, berat, dan kompleksitas benda kerja, serta jenis perlengkapan.  Bayangin aja,waktu setting  as angker dinamo generator set 6PK tentu akan lebih lama dengan angker sebuah gerinda tangan.

2.Waktu Pembubutan -
Waktu yang diperlukan untuk alat pemotong untuk membuat semua sayatan yang diperlukan dalam benda kerja untuk setiap operasi.Termasuk pembubutan awal (perataan muka),dan proses lainnya sampai benda kerja selesai atau finish.    

3.Waktu Menganggur(Idle Time) -
 Membububt koq dibilang nganggur....:D
Maksudnya waktu yang non-produktif, ini adalah waktu yang diperlukan untuk setiap tugas yang terjadi selama siklus proses yang tidak melibatkan benda kerja. Waktu idle ini termasuk gerakan pahat yang menjauh dari benda kerja,  menyesuaikan pengaturan mesin, dan mengubah alat,memaju mundurkan kepala lepas,dll.
  
4.Waktu penggantian Alat  - 
Waktu yang diperlukan untuk mengganti alat yang telah rusak,pahat tumpul,bor patah,dll... Waktu ini biasanya tidak dilakukan di setiap siklus, melainkan hanya setelah fungsi telah tercapai. Dalam menentukan waktu siklus ini, waktu penggantian alat disesuaikan untuk produksi satu bagian dengan mengalikan dengan frekuensi(seringnya) penggantian alat.


Parameter Yang Menentukan Waktu Pemotongan Benda Kerja di Mesin Bubut

Di proses pembubutan, kecepatan dan gerakan alat potong ditentukan melalui beberapa parameter. Parameter ini yang dipilih untuk setiap operasi berdasarkan bahan benda kerja, bahan alat, ukuran alat, dan banyak lagi.

Cutting Feed
Besar kecilnya pemakanan selama proses pembubutan, yaitu jarak pergerakan pahat selama satu putaran benda kerja,diukur dalam inci per revolusi (IPR). Dalam beberapa operasi alat feed ke benda kerja dan kadang2,benda kerja feed ke alat. Untuk alat multi-point(bergerigi), cutting feed juga sama dengan pakan per gigi, diukur dalam inci per gigi (IPT), dikalikan dengan jumlah gigi pada alat pemotong.  

Cutting Speed/Kecepatan potong -
Kecepatan permukaan benda kerja relatif terhadap tepi alat potong selama memotong, diukur dalam surface feet atau panjang permukaan per menit (SFM).
Spindle Speed/Kecepatan spindle - Kecepatan rotasi dari poros dan benda kerja di putaran per menit (RPM). Kecepatan spindle sama dengan kecepatan potong dibagi dengan lingkar benda kerja di mana pembubutan berlangsung. Dalam rangka mempertahankan kecepatan potong konstan, kecepatan spindle harus bervariasi berdasarkan diameter dipotong. Makin kecil diameter,makin tinggi putaran spindle,pun sebaliknya.  

Feed Rate/Tingkat pemakanan -
 Kecepatan pergerakan pahat,relatif terhadap benda kerja ketika pahat membuat penyayatan. Tingkat pakan diukur dalam inci per menit (IPM) dan merupakan produk dari cutting feed(IPR) dan kecepatan spindle (RPM).
   
Axial depth of cut/Kedalaman sayatan ke arah sumbu poros-
adalah besarnya sayatan axial(masuknya pahat ke panjang benda kerja) saat membubut melintang. Besarnya kedalaman pahat yang masuk ke benda kerja juga merupakan satu parameter tersendiri dalam proses pemotongan. Termasuk dlm proses ini adalah pembubutan muka(facing). Ketebalan penyayatan saat membubut muka akan menentukan feed rate,semakin tebal semakin rendah atau pahatnya yang akan cepat rusak.

gambar dari www.custompartnet.com/

Radial depth of cut/Kedalaman Sayatan ke arah Radius-
adalah besarnya sayatan radial(masuknya pahat ke diameter benda kerja) saat membubut memanjang,termasuk saat membubut luar ataupun membubut dalam(boring) Sebuah  radial depth cut besar akan memerlukan tingkat pakan rendah, atau  akan mengakibatkan beban yang tinggi pada alat dan mengurangi umur alat.
gambar dari www.custompartnet.com/

Demikian yang bisa saya rangkum untuk tutorial mesin bubut tentang waktu yang dipergunakan selama proses pembubutan,semoga bermanfaat.
Continue reading ...

Rabu, 08 Juli 2015

Tips Membubut Kuningan

0 comments
Ada beberapa pertanyaan  seputar pembubutan Kuningan seperti berikut....


Hi-- Beberapa pertanyaan newbie disini. saya telah menggunakan mesin bubut  6" saya untukmembubut  kayu (pena) tapi sekarang saya akan menggunakannya untuk membubut beberapa kuningan.
  1. Apa jenis (bahan) pahat yang harus saya gunakan?
  2. Seberapa cepat rata-rata putaran mesin bubut ? 
  3. Telah diberitahu saya perlu  minyak/pendingin, terutama untuk memotong -- apa sebenarnya pendingin/minyak yang cocok dipakai? Dapatkah saya menggunakan hal-hal yang sama yang saya gunakan untuk meminyaki bahan yang lain? Terima kasih

http://www.robotroom.com
picture from http://www.robotroom.com

Jawaban penulis

Membubut bahan seperti kuningan,bronze,atau aluminium bagi sebagian orang sangat menyenangkan. Bahannya cenderung lebih lunak dari baja umum,tidak terlalu merepotkan dengan pendingin. Tapi yang membuat sebagian tukang bubut lain tidak menyukainya adalah tatal atau chip pemotongan kuningan yang tajam dan berhamburan. Berikut jawaban saya walaupun bukan expert,tapi berdasar pengalaman..
  1. Pahat HSS atau Carbide sama-sama bisa dipakai. Tips memilihnya ada disini.  HSS bisa memeakan lebih banyak tapi hati-hati. Karena struktur bahan kuningan,pahat HSS bisa masuk terlalu dalam dan....prakkkk!!!! bahan dan pahat bisa rusak. Jadi lebih dianjurkan pahat carbide apalagi proses pembubutan kasaran(rough).
  2. Cepat lambatnya RPM mesin bubut bergantung pada besar kecilnya bahan dan juga keras tidaknya bahan. Baca juga post ini . Jadi meskipun kuningan relatif "empuk" kalau diameternya besar dan cukup panjang ya ga bisa ngebut juga dong...... untuk diameter 1" saya biasa pake antara 600-800 rpm,pada pebubutan luar atau dalam,... bukan proses ngedrat lah pastinya....yang hanya 200an rpm.
  3. Membubut kuningan,bronze dan aluminium ,saya jarang menggunakan pendingin. Setelah proses selesai cukup dibersihkan dengan kain dan hasilnya akan mengkilap. Tapi untuk proses pembubutan yang banyak,pendingin yang bisa dipakai adalah solar atau minyak tanah. Dan untuk pembubutan ulir yng tebal saya menggunakan oli.
Itulah sedikit tips dalam proses pembubutan kuningan. Semoga bermanfaat. Happy chiping..... Selamat membuat tatal.... :) 
Continue reading ...

Senin, 11 Mei 2015

Tips dan Trik Menggunakan Hand Tap

1 comments
http://www.kanabco.com/vms/Media/cutting_tools_hand_tapping/hand_tapping.jpg


Sebelum mengetap,hal berikut harus ditentukan: 
  1. Tap lubang yang telah dibor dengan tepat. Lihat tabel ukuran tap dan lubangnya
  2. Tap memiliki spesifikasi yang benar. 
  3. Lubang tap bersih dan bebas dari semua chip (terutama untuk lubang buntu). 
  4. Sebuah cairan pemotongan yang sesuai telah dipilih untuk aplikasi selama proses pengetapan. 
 
Pegangan tap harus dipegang dengan kedua tangan pada pegangan dan tekanan yang sama diterapkan untuk memutar pegangan. Tap kemudian akan melangkah sendiri ke dalam lubang. Untuk memecahkan chip dan untuk menghindari tap makan dengan sisa potongan ikut terbawa,(terutama untuk lubang yang buntu) Tap harus mundur sekitar setengah putaran untuk setiap drat lengkap terbentuk. Setelah selesai tap diputar keluar dari lubang, bersihkan semua chip yang menempel dan drat hasilnya diperiksa dengan mal ulir. Jika lubang drat terlalu ketat, ulangi mengetap dengan tap urutan selanjutnya lagi sampai memenuhi spesifikasi.
Continue reading ...

Minggu, 15 Februari 2015

Proses Pembuatan Mesin Potong Kertas Rumput

0 comments
Tadinya sih saya berencana membuat postingan ini dengan judul "Step by Step Cara Merakit Mesin Pemotong Kertas Rumput"  atau "Membuat Mesin Kertas Rumput Dengan Mesin Bubut Manual", tapi saking asiknya selama proses produksi saya lupa mengambil beberapa gambar di mesin bubut untuk bahan postingan. Bahkan ketika mesin sudah selesai dirakit dan dikirim ke konsumen yang membeli mesin kertas rumput di bengkel kami,saya juga lupa menjepretnya.
Alhasil,untuk mesin pemotong kertas rumput yang terjual terakhir ternyata gak komplit juga photo yang saya dapat untuk posting di blog tutorial mesin bubut konvensional ini. Tapi tak apa-apa, jika nanti ada lagi order seperti ini semoga tidak ada yang tercecer lagi.
Soalnya ada beberapa pengikut  blog ini yang ingin mencari ide untuk bahan tugas akhir (TA) di kampusnya. Kali aja nanti bisa nemu ide lain untuk TA jurusan Mesin berdasarkan beberapa contoh job sederhana ini.

Oke,inilah beberapa langkah kerja dalam membuat mesin pemotong kertas rumput dengan mesin bubut manual,

proses pembubutan alur-alur

penyesuaian dua pemotong

kedua pemotong sudah siap

proses perakitan

Continue reading ...

Sabtu, 01 November 2014

Mesin Potong Batu Mini/Kecil

0 comments


Mesin Potong Batu mini ini adalah versi kecil Dari mesin potong Batu Candi yang Biasa kami buat.Mesin ini portable,bisa dipindahkan kemana saja,karena tujuannya adalah untuk mengerjakan pekerjaan di lokasi (proyek).
Menggunakan motor 1,5HP Dan pisau 7inch,mesin ini bisa memotong Batu bata,palimanan,Batu candi,marmer,dll.
Penggunaan sangat mudah karena mejanya sudah memakai Roda Dan rel



.
Continue reading ...

Minggu, 27 Juli 2014

Pelumasan Pada Mesin Bubut

0 comments

Hari Minggu ini sepertinya ga sesuai rencana. Mau bangun agak siang justru kepagian. Kuasa Bhatara Surya menerjang kamar, memanaskan selimut dan menarik kakiku dari tempat tidur....begitu sadar ternyata yang menarik kaki itu istriku.

Kopi yang disiapin istri habis cepat saat menemani junior menonton kartun. Hari ini  si jagoan minta ditemani sebentar trus dianter ke rumah sepupu nya. Setelah itu barulah aku bisa menemani mesin bubut ku di bengkel. Hari ini dia harus mendapat sedikit perawatan. Kesibukan mengerjakan job belakangan,mengurangi perhatian si tukang bubut dalam melumasi si mesin bubut.

Btw,postingan kali ini beda banget gayanya,ada apa ya,hehehe...mau membahas apa? Oke,gimana kalo tentang "melumasi mesin bubut" atau "pelumasan mesin bubut" atau "bagian-bagian mesin bubut yang membutuhkan pelumasan"? Ya pokoknya tentang itulah....

Jadi mesin bubut yang dilumasi apanya? Yang jelas bagian yang berputar bergesekan dan bersentuhan,yaitu:
* gearbox di head stock
* gearbox di sistem otomatis                eretan
* bantalan2 poros
* tailstock (kepala lepas)
* bed
* eretan
Sementara ini dulu ,nanti aku edit lagi....

Continue reading ...
 

Google+ Followers

Lencana Facebook

Copyright © 2009-2015 Belajar Mesin Bubut Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Published..Blogger Templates Powered by Blogger